Details

Mahasiswa KKN Internasional UIN Saizu Ajarkan Al-Qur'an dan Calistung bagi Anak Tanpa Akses Sekolah Formal di Malaysia

MALAYSIA, UINSAIZU.AC.ID - Delapan mahasiswa delegasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto memulai pengabdian mereka di Maktab Tarbiyah Semporna Prihatin, Sabah, Malaysia, melalui kegiatan bertema Hari Al-Qur'an.

Program yang berlangsung pada Senin (20/7/2026) tersebut menjadi langkah awal pengabdian dengan mendampingi pembelajaran Al-Qur'an, sekaligus memberikan pendidikan dasar bagi anak-anak yang belum memiliki akses ke sekolah formal pemerintah Malaysia.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus komitmen UIN Saizu dalam memperluas pengabdian masyarakat di tingkat internasional melalui bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Hari pertama di Semporna diawali dengan kegiatan silaturahmi dan adaptasi bersama para tenaga pendidik, peserta didik, serta masyarakat setempat. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan perdana tersebut, sekaligus menjadi fondasi untuk membangun kolaborasi selama masa pengabdian hingga pertengahan Agustus 2026.

Dalam kegiatan Hari Al-Qur'an, mahasiswa mendampingi anak-anak belajar membaca Al-Qur'an melalui metode Iqra', tahsin, dan tasmi' yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta didik.

Selain pendidikan keagamaan, mahasiswa juga memberikan pembelajaran membaca, menulis, dan berhitung (calistung) kepada anak-anak yang selama ini belum memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan formal.

Pendekatan pembelajaran dibuat secara interaktif dan komunikatif. Para mahasiswa menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan melalui permainan edukatif, diskusi ringan, serta berbagai aktivitas yang mendorong anak-anak lebih percaya diri dalam belajar.

Koordinator Mahasiswa KKN Internasional UIN Saizu, Muhammad AlFadli Rosadi, mengatakan Hari Al-Qur'an dipilih sebagai momentum untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sekaligus memperkuat kemampuan literasi dasar anak-anak.

"Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna. Tidak hanya mengajarkan membaca Al-Qur'an, tetapi juga membantu anak-anak memperoleh kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung sebagai bekal kehidupan mereka," ujarnya.

Menurutnya, pendidikan menjadi pintu penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sehingga program-program yang dijalankan selama KKN akan berfokus pada kebutuhan riil masyarakat Semporna.

Tidak hanya mengajar, mahasiswa juga memanfaatkan hari pertama untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut bertujuan mengenali kondisi sosial, budaya, dan kehidupan sehari-hari warga sebagai dasar penyusunan program pengabdian berikutnya.

Proses pemetaan kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting agar setiap program yang dilaksanakan benar-benar relevan dan memberikan manfaat jangka panjang.

Kehadiran delegasi mahasiswa Indonesia disambut hangat oleh guru, orang tua, maupun anak-anak di Maktab Tarbiyah Semporna Prihatin. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan pembelajaran berlangsung.

Salah satu peserta KKN Internasional, Bunga Cita Lestari, mengaku hari pertama pengabdian memberikan pengalaman yang mendalam mengenai arti pendidikan dan kemanusiaan.

"Pendidikan adalah hak setiap anak, tanpa memandang latar belakang maupun kondisi yang mereka miliki. Semangat belajar anak-anak di sini membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus menuntut ilmu. Kehangatan masyarakat juga mengajarkan pentingnya membangun hubungan yang dilandasi rasa hormat, kepedulian, dan kebersamaan," ungkapnya.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi motivasi bagi seluruh delegasi untuk terus memberikan kontribusi terbaik selama menjalankan pengabdian di Malaysia.


Program KKN Internasional UIN Saizu Tahun 2026 berlangsung mulai 17 Juli hingga 15 Agustus 2026. Sebanyak delapan mahasiswa dari berbagai program studi diterjunkan ke Semporna untuk menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari pendidikan, pembinaan keagamaan, hingga penguatan literasi.

Semporna dipilih sebagai lokasi pengabdian karena masih terdapat komunitas masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan pendidikan formal. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan lintas negara.

Hari pertama pengabdian menjadi awal yang menjanjikan bagi pelaksanaan KKN Internasional UIN Saizu di Malaysia. Dengan mengedepankan pendekatan pendidikan, kolaborasi, dan kepedulian sosial, para mahasiswa berharap kehadiran mereka mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Semporna sekaligus mempererat hubungan persaudaraan antara Indonesia dan Malaysia. (AR)

 

Kampus Desa Mendunia!

 

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *