Details

Mahasiswa KKN 53 UIN Saizu Ubah Limbah Plastik Jadi Eco-Paving Ramah Lingkungan di Desa Prigi Banjarnegara

UINSAIZU.AC.ID- Inovasi menarik kembali lahir dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto.

Kelompok KKN 53 yang ditempatkan di Desa Prigi, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, berhasil menggagas program pemanfaatan limbah plastik menjadi Eco-paving, yakni paving block ramah lingkungan.

Program kerja kreatif ini melibatkan warga secara langsung dan mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Prigi, Reyhono, serta Sekretaris Desa, Rohmat, bersama jajaran perangkat desa.

Kehadiran mereka menjadi bukti nyata sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjawab persoalan lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah dari limbah plastik yang kerap diabaikan.

Kepala Desa Prigi, Reyhono, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap ide mahasiswa KKN. Menurutnya, program Eco-paving sangat relevan dengan kondisi desa yang menghadapi peningkatan volume sampah plastik setiap tahunnya.

“Kami berharap inovasi Eco-paving ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa dikembangkan lebih lanjut dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Banjarnegara,” ujarnya.

Konsep dan Proses Pembuatan Eco-Paving

Mahasiswa KKN 53, Muhammad Umar Ibnu Malik, menjelaskan bahwa konsep Eco-paving berawal dari pemanfaatan plastik yang sulit terurai. Limbah tersebut diolah menjadi campuran bahan dasar paving block sehingga menghasilkan produk konstruksi yang bermanfaat sekaligus bernilai ekonomis.

Proses pembuatannya melibatkan warga desa mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga pencetakan paving block. Melalui keterlibatan langsung ini, masyarakat dapat memahami bahwa sampah plastik bukan hanya masalah, tetapi bisa diubah menjadi sumber daya yang bernilai.

Antusiasme warga menjadi bukti bahwa kepedulian lingkungan dapat tumbuh apabila dibarengi dengan contoh nyata serta pendampingan berkelanjutan dari pihak akademisi.

Sekretaris Desa Prigi, Rohmat, menilai bahwa program Eco-paving tidak hanya menjadi solusi teknis pengolahan sampah, melainkan juga sarana edukasi.

“Inovasi seperti ini penting untuk membuka wawasan generasi muda. Mereka harus belajar berpikir kreatif dalam menghadapi persoalan lingkungan agar tidak sekadar bergantung pada pola lama," terangnya.

Dengan adanya kegiatan ini, anak-anak muda di Desa Prigi diharapkan memiliki kesadaran baru bahwa sampah plastik bisa bernilai guna jika dikelola dengan baik.

Selain menekan jumlah sampah plastik, Eco-paving juga memiliki manfaat jangka panjang. Hasil produksi paving block dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur desa, seperti perbaikan jalan, halaman fasilitas umum, hingga area pemukiman.

Mahasiswa KKN 53 menegaskan bahwa program ini tidak berhenti setelah masa KKN selesai. Mereka merancangnya sebagai proyek berkelanjutan dengan menyediakan pelatihan, dokumentasi, serta pendampingan bagi masyarakat Desa Prigi. Dengan demikian, desa ini berpeluang menjadi percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat Desa Prigi membuktikan bahwa solusi kreatif bisa lahir dari semangat gotong royong. Inovasi Eco-paving bukan hanya membantu mengurangi pencemaran plastik, tetapi juga mendukung pembangunan desa yang lebih ramah lingkungan.

Program ini menjadi bukti bahwa desa mampu melahirkan gagasan aplikatif yang relevan dengan isu global, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat sehari-hari. (AR)

UIN Saizu Maju, UIN Saizu Unggul !!!

#KKNUINSaizu #UINSaizu #UINSaizuHebat #MahasiswaUIN #PengabdianMasyarakat #Banjarnegara

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *