Mahasiswa BKI UIN Saizu Jalani KKN Internasional di Malaysia, Bangun Semangat Belajar Anak-Anak Pulau Bum-Bum

MALAYSIA, UINSAIZU.AC.ID- Semangat mengabdi lintas negara ditunjukkan oleh Laila Alfi Syahriyah, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. Dia menjadi salah satu dari delapan mahasiswa yang terpilih mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Pulau Bum-Bum, Semporna, Sabah, Malaysia.
Program yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Saizu tersebut berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 17 Juli hingga 15 Agustus 2026. Selain menjadi wadah pengabdian kepada masyarakat, KKN Internasional juga dirancang untuk memperkuat kompetensi mahasiswa melalui pengalaman lintas budaya serta praktik pemberdayaan masyarakat di tingkat global.
Pulau Bum-Bum dipilih sebagai lokasi pengabdian karena masih terdapat anak-anak yang menghadapi keterbatasan dalam mengakses pendidikan formal. Kondisi tersebut menjadi perhatian utama tim KKN Internasional UIN Saizu yang menghadirkan berbagai program pendidikan nonformal sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaan KKN Internasional, Laila mengemban tanggung jawab pada bidang pendidikan dasar. Bersama rekan-rekannya, ia mengembangkan program pembelajaran calistung (membaca, menulis, dan berhitung) serta pengenalan bahasa bagi anak-anak di kawasan pesisir Pulau Bum-Bum.
Proses pembelajaran dirancang secara interaktif dengan memadukan permainan edukatif, aktivitas kelompok, dan metode belajar kreatif agar anak-anak lebih mudah memahami materi sekaligus menikmati proses belajar.
"Pembelajaran tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga membangun rasa percaya diri serta semangat belajar anak-anak melalui pendekatan yang menyenangkan," ujar Laila.

Menurutnya, pendekatan yang digunakan tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga menciptakan ruang belajar yang mampu mendorong anak-anak berani berpendapat, berinteraksi, dan aktif mengikuti setiap kegiatan.
Selain program literasi dasar, mahasiswa KKN Internasional UIN Saizu juga menginisiasi program Motivasi Belajar Nonformal. Program ini lahir sebagai respons terhadap kondisi anak-anak yang belum memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan formal akibat berbagai keterbatasan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya menanamkan pentingnya pendidikan sebagai bekal masa depan sekaligus membangun kesadaran bahwa proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.
Berbagai sesi motivasi, diskusi ringan, permainan edukatif, hingga aktivitas kelompok menjadi bagian dari strategi pembelajaran agar anak-anak tetap memiliki semangat untuk terus belajar meskipun berada dalam keterbatasan. Program pendidikan nonformal yang dijalankan menyasar anak-anak usia 6 hingga 15 tahun yang tinggal di kawasan pesisir informal di wilayah Sabah.
Kelompok usia tersebut dinilai sebagai fase penting dalam pembentukan kemampuan literasi, karakter, serta motivasi belajar. Karena itu, kehadiran mahasiswa KKN Internasional diharapkan mampu menjadi pendamping sekaligus inspirasi bagi anak-anak untuk terus mengembangkan potensi mereka.
Melalui kegiatan belajar yang komunikatif dan menyenangkan, mahasiswa berusaha menciptakan lingkungan belajar yang inklusif sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pengetahuan.

Bagi Laila Alfi Syahriyah, keterlibatan dalam KKN Internasional tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga kesempatan mengimplementasikan kompetensi yang dipelajari di Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam.
Pengalaman berinteraksi dengan anak-anak dari latar belakang sosial dan budaya yang berbeda menjadi bekal penting dalam mengembangkan kemampuan komunikasi, pendampingan, serta pendekatan psikososial yang menjadi kompetensi utama seorang konselor.
Dia berharap program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkaya pengalaman profesional sebagai calon konselor. "Kami berharap kehadiran mahasiswa UIN Saizu dapat memberikan manfaat bagi anak-anak di Pulau Bum-Bum sekaligus menjadi pengalaman berharga yang nantinya dapat kami terapkan dalam praktik Bimbingan dan Konseling Islam," ungkapnya.
Program KKN Internasional menjadi salah satu bentuk komitmen UIN Saizu Purwokerto dalam memperluas ruang pengabdian mahasiswa hingga tingkat global. Melalui program yang digagas LPPM UIN Saizu, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik dan lintas budaya, tetapi juga berkesempatan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat di kawasan yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Kehadiran mahasiswa UIN Saizu di Pulau Bum-Bum diharapkan mampu memperkuat semangat kolaborasi kemanusiaan sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!