LUAR BIASA, 25 BLKK Dampingan LPPM UIN SAIZU Siapkan Tenaga Kerja Kompetitif Bersaing di Pasar Global
Pekalongan– LPPM UIN SAIZU berkerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menyelenggarakan FGD peningkatan kapasitas Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Tahap 1 dengan tema “Peningkatan Kapasitas BLK Komunitas menuju Lembaga yang mandiri dan professional.” FGD diikuti oleh 25 BLK K Jawa Tengah, dinas ketenagakerjaan di lingkungan Jawa Tengah serta para pendamping BLKK. (18/11/2023)

Dengan adanya BLK Komunitas diharapkan masyarakat memiliki ketrampilan yang mampu terserap oleh dunia usaha dan industri. BLK Komunitas sebagai upaya kementerian ketenagakerjaan Republik Indonesia dalam meningkatkan sebaran lembaga pelatihan kerja, serta mendekatkan akses pelatihan kepada masyarakat atau komunitas.

Dr. Ahmad Muttaqien, M.Si Ketua pelaksana FGD-1 menyampaikan terkait Progres pendampingan BKK-K yang dilakukan oleh dosen UIN SAIZU.
“BLK K sebagai lembaga profesional diharapkan mampu menangani berbagai masalah kompleks ketenagakerjaan, terutama program peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mendorong lembaga-lembaga pelatihan binaannya untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten agar kompetitif, mampu bersaing di pasar kerja global,” jelas Ahmad Muttaqien.
“Sebelum dilaksanakan FGD tahap 1 ini, para BLKK telah didampingi menuju inkubasi wirausaha. Pendampingan dilaksankaan mulai bulan Oktober sampai November ini. Pendampingan yang dilakukan diantaranya road to business matching menuju inkubator wirausaha. Selain itu, pendampingan juga dilakukan dalam mendaftarkan HAKI produk BLKK. Dalam 2 bulan ini pendampingan dilaksankan secara offline dan online. Terdapat progress yang signifikan dalam pendampingan ini. Misalnya dengan berbagai BLKK mampu menganalisis berbagai masalah di lingkungannya serta dapat menagkap peluang,” tambahnya.

Mawi khusni Albar, Kepala Pusat Pengabdian LPPM UIN SAIZU mneyampaikan tujuan diselenggarakan FGD Tahap I.
“Pendampingan 25 BLKK di Jawa Tengah kami lakukan dengan 3 kali secara offline dan pendampingan secara online. Selain itu, pendampingan juga dilakukan 2 kali FGD, dengan melibatkan 24 orang pendamping dari UIN Saizu. Pada FGD I ini selain membekali BLKK dengan diskusi bersama para ahli dan pakar, mereka juga kami fasilitasi untuk bisa bekerjasama MoU dengan Dinas Terkait di tiap tiap kabupaten,” jelas Mawi.
BLK Komunitas sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan sebaran lembaga pelatihan kerja, serta mendekatkan akses pelatihan kepada masyarakat atau komunitas. Dengan adanya BLK Komunitas diharapkan masyarakat memiliki ketrampilan yang mampu terserap oleh dunia usaha dan industri (Humas 2023)



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!