LPH UIN Saizu Jalani Assessment Perubahan Kualifikasi Menuju LPH Utama
.jpeg)
UINSAIZU.AC.ID - UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto resmi memulai rangkaian Assessment Perubahan Kualifikasi Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dari status Pratama menuju Utama, pada Rabu, 10 Desember 2025. Agenda strategis ini digelar di Ruang Rapat Rektorat Lantai 2 dan menjadi bagian penting dari upaya penguatan ekosistem halal di UIN Saizu.
Kegiatan assessment dibuka dengan kehadiran para pimpinan universitas, di antaranya Rektor UIN Saizu Prof. Ridwan, Wakil Rektor 1 Prof. Suwito, Plt. Kabiro AUPK Nurkhikmah, Ketua LPPM Prof. Ansori, Kepala Pusat Kajian dan Pengembangan Studi Halal Dani Kusumastuti, Direktur LPH Oki Edi Purwoko, serta jajaran pengurus dan auditor LPH.
Dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), hadir empat asesor yaitu Dr. Imelda Fajriyati, Dr. Muhammad Najib, Yoga Tri Hutomo, dan Adhelia Sindy Pertiwi.
Asesor BPJPH, Dr. Imelda Fajriyati, menyampaikan apresiasi atas kesiapan UIN Saizu dalam memulai proses kenaikan akreditasi LPH. Ia menegaskan bahwa peluang LPH UIN Saizu untuk berkembang sangat besar.
“LPH UIN Saizu insya Allah dapat meningkatkan kapasitas dampingan, tidak hanya di Jawa Tengah tetapi juga hingga level internasional. Kami menyampaikan selamat karena LPH sudah bisa memulai proses kenaikan status akreditasi,” ujarnya.
.jpeg)
Imelda menjelaskan bahwa tim BPJPH akan menilai kesesuaian implementasi ISO 17065, termasuk pendokumentasian, kesiapan dokumen, hingga rencana pengembangan menuju kualifikasi LPH Utama. Selama tiga hari ke depan, asesmen dilakukan melalui diskusi, penelusuran dokumen, serta witness assessment yang dijadwalkan di salah satu rumah potong hewan.
Sementara itu, Rektor UIN Saizu Prof. Ridwan menegaskan bahwa asesmen ini merupakan bagian dari perjalanan panjang peningkatan mutu kelembagaan UIN Saizu. Ia menggambarkan kemajuan yang konsisten, mulai dari akreditasi perguruan tinggi Unggul, asesmen klinik menuju Paripurna, hingga kini mengupayakan LPH Utama.
“Ini ikhtiar berkelanjutan untuk memperkuat kelembagaan dan menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat. Kami ingin membangun ekosistem halal yang kokoh, dimulai dari peningkatan SDM auditor hingga pengembangan laboratorium halal,” tuturnya.
Rektor juga menyinggung pentingnya kompetensi multibahasa dan kesiapan auditor menghadapi klien multinasional seiring dengan cakupan layanan LPH yang semakin luas. Ia meminta seluruh auditor untuk terus meningkatkan kapasitas, mengingat LPH Utama nantinya akan bersinggungan dengan industri halal berskala nasional dan global.
Tak hanya SDM, Rektor juga mendorong pengembangan fasilitas secara terencana. Ia telah meminta tim untuk menyusun roadmap pengembangan laboratorium halal dalam tiga tahun, termasuk kebutuhan peralatan dan anggaran, sebagai bentuk komitmen kampus dalam mendukung penguatan LPH.
Assessment ini dijadwalkan berlangsung pada 10–12 Desember 2025, mencakup pemeriksaan persyaratan umum, kelengkapan dokumen LPH, struktur organisasi, sumber daya, proses layanan, sistem manajemen, hingga finalisasi laporan asesmen.
Kegiatan pembukaan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai tanda dimulainya rangkaian asesmen. UIN Saizu berharap proses ini berjalan lancar dan menghasilkan rekomendasi terbaik agar LPH segera naik kualifikasi menjadi LPH Utama dan semakin dipercaya sebagai lembaga pemeriksa halal unggulan di Indonesia. (AL/AR)
Kampus Desa Mendunia !
#UINSaizu #LPHUINSaizu #AssessmentLPH #BPJPH #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!