Lakukan Langkah Nyata, Mahasiswa KKN Internasional di Malaysia Ajari Anak Warga Buat Ecobrick dari Sampah

UINSAIZU.AC.ID- Langkah nyata terus dilakukan mahasiswa UIN Saizu Purwokerto yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Malaysia. Komitmen para mahasiswa dalam membantu mengurai persoalan sampah di lokasi desa pendampingan mereka, saat ini semakin nyata.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Saizu Purwokerto, Mawi Khusni Albar menyebutkan, sebelumnya para mahasiswa telah mengumpulkan sampah-sampah bersama warga dan anak-anak sekitar di Kampung Labuhan Haji. Mereka kemudian akan memanfaatkannya menjadi produk yang bermanfaat.
Menurutnya, sampah-sampah yang berhasil dikumpulkan, oleh para mahasiswa kemudian dipilah. Untuk sampah-sampah organik masuk menjadi kompos. Sedangkan untuk sampah-sampah plastik, baik botol-botol bekas maupun sampah plastik akan didaur ulang menjadi ecobrick.
"Kami bersama anak-anak di Labuhan Haji telah melakukan pemungutan sampah. Untuk sampah-sampah plastik kita bersihkan. Setelah itu untuk plastik bekas bungkus makanan atau jajanan itu kita masukan ke dalam botol-botol bekas menjadi ecobrick," ujar Mahasiswa KKN Internasional di Malaysia, M Ihzam Djazuli, Jumat (16/2/2024).
Ecobrick merupakan solusi pengelolaan limbah secara efektif di zaman sekarang ini. Untuk limbah plastik memang menjadi salah satu permasalahan besar di seluruh dunia. Karena sifatnya yang tidak dapat terurai, seringkali limbah plastik ini mencemari berbagai macam hal dan mengancam setiap elemen yang berada dalam bumi tercinta.
Meskipun produksinya terus diminimalkan, limbah plastik masih tergolong mengancam untuk kelangsungan kehidupan. Melihat permasalahan tersebut, ada sebuah solusi alternatif yang ditawarkan untuk mengelola limbah plastik dalam era modern sekarang. Solusi tersebut adalah dengan mengubahnya menjadi ecobrick.

Apa itu Ecobrick?
Ecobrick merupakan sebuah inovasi visioner yang dikembangkan sebagai solusi pengolahan limbah plastik. Diambil dari dua kata pembentuknya, eco dan brick, secara sederhana didefinisikan sebagai bata ramah lingkungan. Ecobrick sendiri diciptakan oleh Rusel Maier, seorang seniman dari Kanada di Filipina.
Bahan Membuat Ecobrick
Cara pembuatan ecobrick sangat mudah. Sangat sederhana bentuknya dan sama sekali tidak mengeluarkan biaya, inovasi pengelolaan limbah yang satu ini dapat dibuat secara mandiri dengan mudah. Untuk membuatnya, bahan-bahan yang dibutuhkan botol plastik 500 ml sebagai wadah dan sampah plastik.
Langkah-Langkah Membuat Ecobrick
- Cuci dan sterilkan semua elemen plastik maupun perlengkapan menggunakan sabun anti bakteri. Pensterilan elemen-elemen plastik sangat diperlukan untuk menghilangkan bakteri yang melekat.
- Keringkan semuanya menggunakan lap bersih.
- Masukkan sampah plastik yang Anda miliki kedalam botol tersebut. Jika sampah plastik berukuran besar, potong menggunakan gunting.
- Padatkan sampah plastik menggunakan ujung bawah sendok ke seluruh ruangan botol. Jangan sampai kempes atau mengeluarkan bunyi jika ditekan dari luar.
- Tutup botol tersebut dan Anda sudah menyelesaikan satu buah ecobrick. (AR)
UIN Saizu Maju



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!