Kreatif! Mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto Manfaatkan Tumbuhan Liar Jadi Produk Batik Ecoprint di Kebumen

UINSAIZU.AC.ID- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 53 UIN Saizu Purwokerto melakukan Pelatihan Ecoprint di Desa Kedaleman Wetan, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen. Mahasiswa Kelompok 14 berupaya memanfaatkan tumbuhan liar yang berpotensi sebagai bahan baku pembuatan ecoprint pada pelatihan tersebut.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Saizu Purwokerto, Mawi Khusni Albar menyebutkan, Pelatihan Ecoprint ini merupakan salah satu program kerja KKN 53 Kelompok 14. "Mereka memanfaatkan tumbuhan liar yang berpotensi sebagai bahan baku pembuatan ecoprint," ungkapnya Rabu (7/2/2024).
Menurutnya, mahasiswa Kelompok 14 menyasar sekitar 25 ibu-ibu yang aktif dalam kegiatan pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) desa setempat. Tujuan utama dari pelatihan ini, sebagai upaya meningkatkan keterampilan ibu-ibu PKK Desa Kedaleman Wetan Kecamatan Puring.
Diharapkan, pelatihan tersebut dapat menjadi peluang usaha dan menambah penghasilan kepada mereka. Pada pelatihan itu, Anggota KKN 53 Kelompok 14 menggunakan media kain berupa totebag. Hal ini agar nantinya dapat bermanfaat bagi peserta pelatihan. Sedangkan teknik yang digunakan adalah teknik pounding atau dipukul.
Sebelum memulai pelatihan, tahap pertama yang dilakukan Anggota KKN Kelompok 14 yaitu mordanting. Hal ini guna membersihkan kain yang akan digunakan, yaitu dengan cara menuangkan tawas, soda api, dan cuka ke dalam ember yang berisi air bersih. Kemudian, merendam totebag yang telah disiapkan ke dalam larutan air tersebut semalaman.

Setelah proses totebag direndam, tahapan selanjutnya akan dengan membilas dan menjemur. Tahap berikutnya yaitu praktek bersama ibu-ibu PKK di Balai Desa Kedaleman Wetan, Kecamatan Puring. Anggota KKN 53 Kelompok 14 telah menyiapkan alat dan bahan berupa totebag, plastik, dedaunan atau bunga segar yang memiliki kadar air cukup.
Artinya, kata dia, bunga segar itu tidak memiliki kadar air terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi. Kemudian bunga itu dipalu. Cara yang dilakukan yaitu dengan meletakan dedaunan atau bunga ke dalam totebag yang dilapisi plastik di bawahnya, dan melapisi satu plastik lagi untuk bagian atasnya.
"Setelah itu, bunga dan daun itu dipukul-pukul dengan palu secara pelan dan merata. Maka akan menghasilkan kreasi batik ecoprint dengan warna alami dari dedaunan atau bunga segar. Pelatihan ini menjadi pengalaman baru bagi ibu-ibu di Desa Kedaleman Wetan, Kecamatan Puring," terang dia.
Selain menambah kreativitas, pelatihan tentunya juga dapat memanfaatkan hasil alam yang ada di Desa Kedaleman Wetan ini. Diharapkan setelah pelaksanaan Pelatihan Ecoprint ini dapat bermanfaat untuk ibu-ibu sebagai sarana baru membuka peluang usaha di bidang seni ataupun untuk kegiatan bermanfaat lainnya. (AR)
UIN Saizu Maju



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!