Kontingen Pencak Silat UIN Saizu Tampilkan Seni Tunggal IPSI di SeIBa International Festival 2026
.jpg)
PADANG, UINSAIZU.AC.ID - Kontingen UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali menunjukkan kiprahnya di ajang SeIBa International Festival (SIF) IV Tahun 2026 melalui cabang olahraga sekaligus seni bela diri tradisional Indonesia, Pencak Silat.
Bertanding di UIN Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat, Tim Pencak Silat UIN Saizu Purwokerto tampil pada kategori Seni Tunggal IPSI Putra dan Seni Tunggal IPSI Putri, membawa semangat melestarikan warisan budaya bangsa di panggung internasional.
Delegasi pencak silat UIN Saizu dipimpin oleh Adi Manuntun Pratama dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) yang bertugas sebagai official sekaligus pelatih.
Sementara itu, Rio Alwi Syaputra dari Program Studi Informatika tampil sebagai atlet Seni Tunggal IPSI Putra, sedangkan Salwa Dinda Oktafiani dari Program Studi Tadris Matematika mewakili UIN Saizu pada kategori Seni Tunggal IPSI Putri.
Keikutsertaan mereka menjadi bagian dari kontribusi UIN Saizu dalam memperkenalkan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia kepada peserta festival yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
.jpeg)
Pada cabang Seni Tunggal IPSI, setiap atlet memperagakan rangkaian jurus baku yang telah ditetapkan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Penampilan dilakukan secara individu dengan menampilkan perpaduan teknik, keluwesan gerak, keseimbangan, ketepatan irama, serta penghayatan terhadap setiap rangkaian jurus.
Selain gerakan tangan kosong, atlet juga memperagakan penggunaan senjata tradisional berupa golok dan toya sesuai ketentuan perlombaan. Dalam kategori ini, penilaian tidak hanya berfokus pada estetika gerakan, tetapi juga mencakup akurasi teknik, ketepatan urutan jurus, penguasaan senjata, serta kesesuaian dengan regulasi resmi IPSI.
Melalui penampilan tersebut, para atlet UIN Saizu berupaya menampilkan kemampuan terbaik sekaligus memperlihatkan nilai-nilai disiplin, keberanian, dan sportivitas yang menjadi ruh pencak silat.
Kontingen pencak silat UIN Saizu diperkuat atlet-atlet yang telah memiliki pengalaman pada berbagai kejuaraan nasional. Rio Alwi Syaputra sebelumnya meraih Juara 3 Kejuaraan Nasional Purwokerto Championship 3 pada kategori Tanding Kelas A Putra. Ia juga berhasil menjadi Juara 1 Kejuaraan Nasional Tegal Championship 2 pada kategori Seni Ganda Putra.
Sementara itu, Salwa Dinda Oktafiani mengukir prestasi sebagai Juara 1 Kejuaraan Nasional Purwokerto Championship 3 pada kategori Seni Ganda Putri. Pengalaman bertanding di tingkat nasional menjadi bekal berharga bagi kedua atlet untuk tampil percaya diri dalam forum internasional seperti SeIBa International Festival.
Keikutsertaan kontingen Pencak Silat UIN Saizu tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan pencak silat sebagai identitas budaya Indonesia. Sebagai warisan budaya yang telah diakui dunia, pencak silat mengandung nilai-nilai luhur seperti kedisiplinan, penghormatan kepada sesama, pengendalian diri, serta semangat persaudaraan.
Melalui kategori Seni Tunggal IPSI, peserta tidak sekadar mempertontonkan kemampuan bela diri, tetapi juga menyampaikan filosofi kehidupan yang melekat dalam setiap gerakan.
Penampilan atlet UIN Saizu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada peserta dan tamu internasional yang hadir di SeIBa International Festival 2026.
Partisipasi cabang pencak silat melengkapi keterlibatan kontingen UIN Saizu pada berbagai kompetisi akademik, seni, budaya, sastra, dan olahraga selama SeIBa International Festival 2026.
Ajang tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring internasional, sekaligus membawa nama baik kampus di tingkat global.
Melalui penampilan Rio Alwi Syaputra dan Salwa Dinda Oktafiani yang didampingi pelatih Adi Manuntun Pratama, UIN Saizu kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa di berbagai bidang.
Tidak hanya mengejar prestasi, keikutsertaan kontingen pencak silat juga menjadi wujud nyata pelestarian seni bela diri tradisional Indonesia agar semakin dikenal di tingkat internasional serta tetap menjadi kebanggaan generasi muda. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!