Kontingen Film Pendek UIN Saizu Sabet Silver Medal di SEIBA International Festival 2025

UINSAIZU.AC.ID- Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. Kontingen film pendek mereka sukses membawa pulang Silver Medal dalam ajang bergengsi 3rd SEIBA International Festival 2025 di UIN Imam Bonjol, Padang, Sumatera Barat.
Film pendek bertajuk “Suara Aqila” menjadi karya yang mengantarkan Tim UIN Saizu meraih penghargaan internasional tersebut. Film ini bercerita tentang perjuangan seorang mahasiswa yang berusaha mempertahankan passion di bidang fotografi meski sempat mendapat pertentangan dari orang terdekat.
Karya ini mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri berkat kekuatan narasi, kedalaman pesan, serta kualitas sinematografi yang menyentuh. Koordinator Tim, Muhammad Hilal Fernandhi mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam angkatan 2022 menjadi sosok sentral di balik keberhasilan ini.
Hilal lahir di Brebes pada 6 Juli 2004 dan kini aktif sebagai Ketua Umum Komunitas Fixlens Fotografi 2025 di UIN Saizu. Hilal dikenal memiliki dedikasi tinggi di dunia fotografi. Hobinya ini bukan hanya dituangkan dalam karya seni, tetapi juga dijadikan medium dakwah dan ekspresi nilai-nilai keislaman.
“Bagi saya, fotografi dan film adalah cara untuk menyampaikan pesan kebaikan. Prestasi ini bukan hanya milik tim, tapi juga untuk mengharumkan nama kampus UIN Saizu di kancah internasional,” ujar Hilal.

Keberhasilan meraih Silver Medal SEIBA International Festival 2025 menambah daftar panjang prestasi UIN Saizu Purwokerto di bidang seni dan kreatif. Ajang ini mempertemukan sineas muda dari berbagai negara, sehingga capaian mahasiswa Saizu membuktikan kualitas daya saing mereka di level global.
Pihak kampus memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh tim, termasuk Hilal, Aulia Alafin, Luthfan Roif, Muhammad Fatih Nurhidayat, Ageng Widodo M.A, Abimanyu Syah Putra, Syifa Zalma Mustika, Nanda Rifki Prasetyo, Ani Septianingrum, Restu Indah Nur Rahmah, dan Adzkia El Syaza Widodo.
Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya. Dunia perfilman dan fotografi bukan hanya ruang ekspresi seni, tetapi juga media edukasi, dakwah, serta pembentuk karakter generasi muda.
Apa yang dilakukan Hilal dan kawan-kawan adalah pesan terbuka bagi generasi muda: jangan takut berkarya, jangan ragu bermimpi. Dunia mungkin meragukan jalan yang kita pilih, tetapi selama kita tekun, karya akan menemukan jalannya sendiri.
“Suara Aqila” hanyalah salah satu contoh bagaimana film pendek bisa menjadi jendela menuju ruang-ruang refleksi. Dari Purwokerto, suara itu menggema hingga Padang, bahkan lintas batas negara. Sebuah bukti bahwa kreativitas anak bangsa tidak pernah mengenal batas geografi. (AR)
Kampus Desa Mendunia
#UINSaizu #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!