Konsorsium Dosen MPI UIN Saizu Perkuat Riset Mahasiswa, Matangkan Strategi Re-Akreditasi 2027

UINSAIZU.AC.ID- Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, menggelar Konsorsium Dosen di Ruang Rapat FTIK UIN Saizu Purwoketro, pada Rabu (11/2/2026).
Forum akademik ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas riset mahasiswa sekaligus mematangkan persiapan re-akreditasi Prodi MPI tahun 2027. Kegiatan diikuti seluruh dosen MPI dan difokuskan pada refleksi mutu akademik, penguatan roadmap penelitian, serta perumusan langkah konkret peningkatan kualitas pembelajaran dan tugas akhir mahasiswa.
Ketua Prodi MPI FTIK UIN Saizu Purwokerto, Dr. Sutrimo Purnomo menegaskan bahwa konsorsium ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu akademik sekaligus mempercepat kelulusan mahasiswa tepat waktu. “Konsorsium ini menjadi bagian dari ikhtiar kami dalam meningkatkan kualitas riset mahasiswa dan mematangkan strategi menghadapi re-akreditasi 2027," ujarnya.
Pihaknya berharap seluruh dosen MPI memberikan dukungan penuh dan bekerja secara kolaboratif. Dia menambahkan, penguatan tata kelola prodi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas akademik.
Dengan langkah terarah dan kolaboratif, Prodi MPI UIN Saizu Purwokerto berkomitmen membangun kultur akademik yang kuat serta melahirkan lulusan yang adaptif, kritis, dan siap menjawab tantangan kepemimpinan serta tata kelola pendidikan di era perubahan.
Dalam forum konsorsium, para dosen menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang memengaruhi kualitas skripsi mahasiswa. Dosen FTIK UIN Saizu Purwokerto, Prof. M Hizbul Muflihin mengungkapkan bahwa penurunan mutu tugas akhir terjadi secara berantai.
Dia menyebut rendahnya budaya membaca referensi asli, lemahnya pendalaman teori dalam proposal, hingga kurangnya kemampuan analisis kritis saat presentasi dan ujian komprehensif sebagai faktor utama. Menurutnya, mahasiswa cenderung bergantung pada sumber instan tanpa proses elaborasi ilmiah yang memadai.

Akibatnya, Bab II (kajian teori) dan Bab IV (hasil dan pembahasan) dalam skripsi sering kali kurang mendalam dan minim sintesis teori. “Evaluasi ini menjadi pijakan penting bagi Prodi MPI untuk melakukan pembenahan sistemik dalam pembinaan akademik,” tegasnya.
Konsorsium juga membahas pentingnya menyelaraskan roadmap penelitian Prodi MPI dengan mata kuliah yang diajarkan. Sejumlah tema strategis mengemuka dalam diskusi, antara lain kebijakan pendidikan, desentralisasi pendidikan, sistem merit, implementasi dana BOS, standar nasional pendidikan serta kepemimpinan dan tata kelola lembaga pendidikan
Forum sepakat bahwa positioning keilmuan MPI perlu diperkuat dalam perspektif nasional dan global. Penegasan visi keilmuan pada bidang Educational Governance and Leadership dinilai krusial untuk memperkuat branding prodi serta menjaga relevansi riset mahasiswa dengan dinamika kebijakan pendidikan.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan sekaligus mempertegas identitas akademik Prodi MPI UIN Saizu. Selain fokus pada riset, konsorsium menekankan pentingnya optimalisasi Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan kemitraan dengan lembaga pendidikan inklusif maupun lembaga khusus.
Para dosen mendorong agar mahasiswa tidak hanya terlibat dalam aspek administratif, tetapi juga mendapatkan pengalaman manajerial dan pedagogis yang nyata. Usulan magang yang lebih substantif, penguatan riset dan pengembangan (R&D), serta dorongan edupreneurship menjadi bagian dari strategi perluasan topik penelitian berbasis kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, forum juga menyoroti pentingnya konsistensi pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), distribusi mata kuliah sesuai kompetensi dosen serta integrasi hasil penelitian dan pengabdian dosen dalam proses perkuliahan. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!