Komnas HAM Jajaki Kerjasama Strategis dengan UIN Saizu: Sinergi HAM dan Pendidikan Tinggi Diperkuat

UINSAIZU.AC.ID– Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI) melakukan audiensi sekaligus penjajakan kerjasama kelembagaan dengan Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto.
Pertemuan ini bertujuan untuk membuka ruang kolaborasi antara Komnas HAM dan perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan dan penguatan nilai-nilai hak asasi manusia di lingkungan akademik. Pertemuan berlangsung di akhir Bulan Mei 2025 lalu.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, Prof. Sunhaji, menyampaikan UIN Saizu tengah gencar menjalankan program internasionalisasi. Hingga saat ini, kampus tersebut telah menjalin kerjasama dengan 19 negara dan berhasil menarik 23 mahasiswa asing Tahun 2024.
Selain itu, UIN Saizu memiliki lima fakultas dan satu program pascasarjana, dengan dukungan 24 guru besar. “Kampus kami telah meraih akreditasi unggul dan terus berkomitmen mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan dalam setiap proses pendidikan," ujarnya.
Kolaborasi dengan Komnas HAM menjadi langkah strategis dalam memperkuat perspektif hak asasi manusia di kalangan sivitas akademika. Pihaknya berharap, kedepan akan banyak kegiatan kolaborasi dilakukan antara UIN Saizu dengan Komnas HAM RI.
Sementara itu, Komnas HAM RI diwakili oleh sejumlah pejabat penting, antara lain: Komisioner Komnas HAM Bidang Penyuluhan, Putu Elvina, Kepala Biro Dukungan Pemajuan HAM, Endang Sri Melani, Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerjasama, Gatot Ristanto, dan Ketua Tim Kajian dan Penelitian, Delsy Nike.
Dalam paparannya, Putu Elvina menjelaskan Komnas HAM saat ini tengah menyusun dokumen Standar Norma dan Pengaturan (SNP) yang mengatur hak atas pangan, sebagai upaya mendukung program makan bergizi gratis yang digagas pemerintah.
Penyusunan SNP ini merupakan bentuk nyata penguatan kebijakan berbasis HAM di sektor publik. “Kami berharap perguruan tinggi, termasuk UIN Saizu, dapat menjadi mitra utama dalam penyebarluasan nilai-nilai HAM, baik melalui kurikulum, penelitian, maupun program pengabdian masyarakat,” ujarnya.
Diskusi berlangsung hangat, membahas potensi kolaborasi dalam: Edukasi dan penyuluhan HAM bagi mahasiswa dan dosen, Penelitian tematik berbasis isu-isu HAM seperti pendidikan, kesehatan, dan lingkungan serta Magang dan pelatihan kemahasiswaan yang berorientasi pada advokasi HAM.
Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi fondasi awal terjalinnya kerja sama kelembagaan yang konkret antara Komnas HAM dan UIN Saizu. “Hak asasi manusia sangat luas cakupannya. Dengan sinergi bersama kampus, Komnas HAM yakin dapat mendorong terciptanya budaya yang menjunjung tinggi hak dan martabat manusia dalam sistem pendidikan kita,” pungkas Putu Elvina.
Audiensi ini menandai langkah awal sinergi antara lembaga negara dan perguruan tinggi dalam memperkuat budaya HAM di Indonesia. Ke depan, kerja sama ini diharapkan mampu menghasilkan kebijakan, riset, dan program yang berpihak pada keadilan sosial dan hak dasar setiap warga negara. (AR)
UIN Saizu Maju, UIN Saizu Unggul
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UMPTKIN2025 #KULIAHDIPTKIN #UINSaizuPurwokerto



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!