Kisah Perjalanan Muhammad Akhdan Arif Al’Azzan, Mahasiswa UIN Saizu yang Menembus Prestasi Nasional dan Internasional

UINSAIZU.AC.ID - Di tengah arus deras transformasi digital dan industri kreatif yang semakin kompetitif, Muhammad Akhdan Arif Al’Azzan memilih untuk tidak sekadar menjadi penonton. Mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto ini menapaki jalan kreatif dengan penuh kesadaran, kesabaran, dan keyakinan yang kuat.
Berasal dari Tegal, Akhdan sapaan akrabnya, memulai ketertarikan pada dunia kreatif sejak awal menjadi mahasiswa. Berangkat dari rasa penasaran dan keberanian mencoba, ia aktif mengikuti berbagai lomba poster dan infografis. Dari sana, ia menyadari bahwa desain bukan sekadar visual, melainkan media komunikasi yang memiliki daya pengaruh besar.
“Sejak awal kuliah saya mulai mencoba mengikuti lomba-lomba yang berkaitan dengan poster dan infografis. Dari situ saya merasa dunia kreatif adalah ruang yang ingin saya tekuni dengan serius,” ungkap Akhdan yang merupakan Mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH).
Ketertarikan itu tidak berhenti pada kompetisi semata. Akhdan terus mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai pelatihan, workshop, hingga bootcamp desain. Ia juga membekali dirinya dengan kemampuan copywriting dan penguatan soft skill, sebagai bekal memasuki dunia kerja profesional setelah lulus.
Baginya, kesiapan sejak dini adalah kunci agar lulusan perguruan tinggi tidak gagap menghadapi kebutuhan industri. “Saya belajar desain, copywriting, dan soft skill lainnya supaya setelah lulus nanti bisa langsung siap dan dilirik oleh HRD,” ujarnya dengan penuh optimisme.
Langkah tersebut menunjukkan kesadaran Akhdan akan pentingnya keseimbangan antara ilmu akademik dan keterampilan praktis, terutama di era yang menuntut multidisiplin.
Perjalanan pendidikan Akhdan dimulai dari MI Ma’arif Sambiroto Sidoarjo (2010–2016), kemudian berlanjut ke SMP IT Mambaul Ulum Mojokerto (2016–2019), dan SMA Al-Fusha Pekalongan (2019–2022). Lingkungan pendidikan berbasis nilai keislaman tersebut turut membentuk karakter, disiplin, dan cara pandangnya dalam menjalani proses hidup.
Pada 2022, Akhdan resmi menjadi mahasiswa UIN Saizu Purwokerto. Di kampus inilah ia mulai menggabungkan minat kreatif dengan latar keilmuan humaniora yang ia pelajari di Program Studi Sejarah Peradaban Islam. Selain fokus pada pengembangan diri, Akhdan juga aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatan sosial.
Ia tercatat sebagai anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sasmita FUAH periode 2022–2025, yang melatih kepekaan jurnalistik, kerja tim, serta kemampuan berpikir kritis. Ia juga terlibat sebagai Volunteer Earth Hour Purwokerto pada 2023, mengikuti program internship di GrowthSkill Jakarta pada 2024, serta tergabung dalam komunitas Banyumas Healing dan Circle Masjid Purwokerto pada 2025.
Keterlibatan tersebut menjadi ruang belajar nonformal yang memperkaya pengalaman hidup sekaligus memperluas jejaring. “Banyak pelajaran yang saya dapatkan dari organisasi dan komunitas, terutama tentang kerja sama, empati, dan tanggung jawab,” katanya.
Kerja keras dan konsistensi Akhdan berbuah manis. Sejumlah prestasi berhasil ia raih, di antaranya Juara 1 Poster Nasional KINMU 2023, Juara 3 Poster Internasional ADIA FEST 2025, serta Juara Favorit Infografis Nasional Kertas FKH Universitas Brawijaya.
Prestasi tersebut tidak hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga mengharumkan nama UIN Saizu Purwokerto di tingkat nasional dan internasional. Meski demikian, Akhdan tetap rendah hati. Ia menegaskan bahwa setiap capaian tidak lepas dari keyakinan spiritual dan dukungan orang-orang terdekat.
“Saya selalu yakin bahwa prestasi yang saya dapat sekarang dan nanti itu dari Allah SWT. Saya percaya tidak mungkin Allah membawa saya sejauh ini hanya untuk gagal,” tuturnya. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada orang tua, saudara, dan teman-teman seperjuangan yang senantiasa memberikan dukungan dan nasihat.
Bagi Akhdan, kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses bertumbuh. Prinsip hidup itu ia rangkum dalam sebuah kutipan yang menjadi pegangan pribadinya: “Di balik setiap kesalahan, ada jiwa yang juga sedang belajar dan berusaha menjadi lebih baik.”
Nilai tersebut tercermin dalam karya-karyanya yang tidak hanya kuat secara visual, tetapi juga sarat pesan dan makna. Kisah Muhammad Akhdan Arif Al’Azzan menjadi potret tentang mahasiswa yang berani bermimpi, konsisten berproses, dan tetap berpijak pada nilai spiritual.
Dari Tegal hingga Purwokerto, dari ruang kelas hingga panggung kompetisi nasional dan internasional, Akhdan menegaskan bahwa masa depan dibangun dari kemauan, kesempatan, dan keyakinan yang tak pernah padam. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!