Kisah Inspiratif Miftahul Ikhsan, Lulusan SPI UIN Saizu yang Sukses Bangun Usaha Pertanian

UINSAIZU.AC.ID- Kisah inspiratif datang dari Miftahul Ikhsan, alumni Tahun 2024 Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora di Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto.
Berbekal ilmu selama kuliah, khususnya dari mata kuliah kewirausahaan, Ikhsan kini sukses menekuni usaha sebagai petani cabai rawit. Ia membuktikan bahwa lulusan bidang humaniora tidak hanya berkarier di sektor akademik atau perkantoran, tetapi juga mampu berkembang di dunia pertanian dengan pendekatan bisnis yang matang.
Menurut Ikhsan, pemahaman tentang entrepreneurship yang diperoleh di bangku kuliah menjadi fondasi penting dalam merintis usahanya. Ikhsan mengelola lahan seluas 100 ubin untuk budidaya cabai rawit.
Dengan modal awal sekitar Rp8 juta, ia sudah dapat memenuhi berbagai kebutuhan produksi, mulai dari pembelian pupuk, obat-obatan, hingga pembuatan bedengan. Dalam waktu sekitar tiga bulan sejak masa tanam, tanaman cabai mulai memasuki masa panen.
Hal ini menjadi salah satu keunggulan usaha cabai rawit yang relatif cepat menghasilkan dibandingkan komoditas lain. Keunikan budidaya cabai rawit terletak pada frekuensi panennya. Dalam satu periode tanam, panen tidak hanya dilakukan sekali, melainkan berkali-kali.
Ikhsan menjelaskan bahwa panen bisa dilakukan setiap lima hari sekali. Pada fase buah pertama, panen dapat berlangsung hingga 15 kali petikan. Sementara pada fase buah kedua, jumlah panen bahkan bisa mencapai 20 kali, selama tanaman masih produktif.
“Sekali petik di lahan 100 ubin bisa menghasilkan antara 50 kilogram sampai lebih dari 1 kuintal cabai rawit,” ujar Ikhsan. Dari sisi pasar, harga cabai rawit dikenal fluktuatif. Dalam kondisi normal, harga berada di kisaran Rp50.000 per kilogram.
Namun, pada momen tertentu seperti menjelang Tahun Baru dan Hari Raya Idulfitri, harga dapat melonjak hingga Rp150.000 per kilogram. Kondisi ini membuka peluang keuntungan besar bagi petani, terutama jika mampu mengatur waktu tanam agar masa panen bertepatan dengan momen harga tinggi.
Keberhasilan Ikhsan menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dan keberanian memulai usaha dapat membuka peluang kesuksesan, tanpa terikat latar belakang pendidikan tertentu. Ia berharap kisahnya bisa menginspirasi mahasiswa dan generasi muda untuk berani terjun ke dunia usaha, termasuk di sektor pertanian yang kini semakin menjanjikan.
“Jangan takut memulai. Ilmu dari kampus itu sangat bisa diterapkan, tinggal bagaimana kita berani mencoba,” pesannya. Kisah Miftahul Ikhsan menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi ladang potensial bagi generasi muda. Dengan bekal ilmu, strategi, dan keberanian, peluang sukses terbuka lebar, bahkan dari lahan yang tidak terlalu luas sekalipun. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!