Details

Kisah Inspiratif Mahasiswa PBA UIN Saizu Asep Dhoni Syaiful Milah, Menebar Cahaya Literasi Bahasa Arab hingga Kancah Internasional

UINSAIZU.AC.ID- Di tengah derasnya arus digitalisasi dan menurunnya minat baca generasi muda, sosok Asep Dhoni Syaiful Milah hadir sebagai oase yang menyejukkan.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto ini tampil sebagai figur inspiratif yang konsisten menyalakan semangat literasi, khususnya dalam pengembangan Bahasa Arab dan keilmuan Islam.

Tak hanya unggul secara akademik, Asep dikenal sebagai mahasiswa yang rendah hati, disiplin, dan memiliki komitmen kuat terhadap dunia literasi. Ia meyakini bahwa literasi bukan sekadar aktivitas membaca dan menulis, melainkan jalan untuk menumbuhkan kesadaran kritis serta memperluas cara pandang hidup.

“Sedikit harus lebih beda dari yang lain untuk kebaikan,” ujar Asep, merangkum filosofi hidup yang ia pegang teguh.

Asep Dhoni Syaiful Milah lahir dan besar di Majalengka, Jawa Barat. Ia menempuh pendidikan dasar di SDN Sukamukti 3 (2010–2016), melanjutkan ke SMP Islam Manbaul Ulum (2016–2019), dan MAN 1 Majalengka (2019–2022). Sejak bangku sekolah, Asep dikenal sebagai pelajar yang tekun, ulet, dan memiliki rasa ingin tahu tinggi terhadap ilmu pengetahuan.

Ketertarikannya pada Bahasa Arab menjadi titik balik yang membawanya pada berbagai prestasi. Baginya, Bahasa Arab bukan hanya alat komunikasi, tetapi pintu masuk untuk memahami peradaban Islam dan khazanah keilmuan klasik hingga kontemporer.

“Bahasa Arab adalah kunci untuk menghidupkan nilai-nilai ilmu dan peradaban Islam dalam kehidupan,” ungkapnya.

Tahun 2022, Asep melanjutkan pendidikan tinggi di UIN Saizu Purwokerto. Di lingkungan akademik kampus inilah minatnya pada literasi, riset ilmiah, dan pendidikan berkembang pesat. Ia aktif mengasah kemampuan menulis, meneliti, dan berbicara di forum ilmiah, baik nasional maupun internasional.

Kerja keras tersebut membuahkan hasil gemilang. Asep mencatatkan sejumlah prestasi tingkat nasional dan internasional, di antaranya:

⦁    Juara 1 Lomba Artikel Ilmiah Internasional ICONTRESS 2024
⦁    Juara 1 Lomba Inovasi Ilmu Falak 2024
⦁    Juara 1 Lalaran Jurumiyah
⦁    Juara 1 Lalaran Imriti
⦁    Juara 2 Lalaran Nazham Maksud
⦁    Juara 2 Lalaran Alfiyah

Selain itu, Asep telah menulis empat artikel prosiding internasional serta menjadi kontributor dalam tiga buku antologi, sebuah capaian yang mencerminkan konsistensinya di dunia akademik dan literasi.

Tahun 2024 menjadi tonggak penting dalam perjalanan Asep. Ia dipercaya sebagai Duta Baca Kampus UIN Saizu, peran yang ia jalani dengan penuh tanggung jawab. Melalui peran tersebut, Asep aktif menginisiasi diskusi buku, pelatihan menulis, serta kampanye literasi di lingkungan kampus dan masyarakat.

“Literasi adalah fondasi peradaban. Membaca bukan hanya membuka jendela dunia, tetapi juga membentuk kematangan berpikir,” ujarnya.

Komitmennya terhadap literasi semakin kuat seiring aktivitas organisasinya. Asep tercatat aktif di Komunitas Tahta Syajarah (2023–2024), Koperasi Mahasiswa (2024), serta Ikatan Mahasiswa Jawa Barat (2024). Ia juga merupakan penerima BSI Scholarship 2023, yang mendukung kiprahnya di bidang akademik dan sosial.

Sebagai mahasiswa PBA, Asep terus mengembangkan kompetensi linguistik, pedagogik, dan riset ilmiah. Ia dikenal memiliki kemampuan public speaking dan penulisan artikel ilmiah berbahasa Arab yang mumpuni, menjadikannya salah satu mahasiswa berpengaruh di lingkungan akademik FTIK UIN Saizu.

Bagi Asep, setiap langkah dalam menuntut ilmu adalah bentuk ibadah. “Ilmu yang tidak diamalkan akan kehilangan maknanya. Karena itu, setiap aktivitas saya niatkan sebagai pengabdian,” katanya.

Dengan visi besar, Asep bercita-cita menjadi pendidik, peneliti, dan aktivis literasi yang mampu menjembatani nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan modern. Ia ingin menginspirasi generasi muda untuk mencintai ilmu, berani menulis, dan tampil berbeda demi kebaikan bersama.

Kisah Asep Dhoni Syaiful Milah menjadi bukti bahwa ketekunan, disiplin, dan kecintaan terhadap ilmu mampu mengantarkan seseorang melampaui batas. Dari Majalengka hingga panggung ilmiah internasional, Asep menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang, melainkan batu loncatan menuju prestasi dan kebermanfaatan.

Ia bukan hanya mahasiswa berprestasi, tetapi juga penyala obor literasi Bahasa Arab yang terus menginspirasi. Dari buku yang ia baca dan karya yang ia tulis, Asep menegaskan satu pesan penting: bahwa menjadi “sedikit berbeda untuk kebaikan” adalah jalan menuju makna dan kontribusi yang sesungguhnya. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *