Kisah Farah Wahyuningsih, Mahasiswi UIN Saizu yang Menoreh Prestasi Lewat Sejarah dan Ketekunan

UINSAIZU.AC.ID- Semangat belajar, ketekunan, dan konsistensi menjadi kunci perjalanan akademik Farah Wahyuningsih, mahasiswi Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto.
Mahasiswi asal Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, ini menjadikan pendidikan bukan sekadar sarana meraih prestasi, tetapi juga bentuk ibadah dan pengabdian. Sejak resmi menjadi mahasiswa UIN Saizu pada 2023, Farah menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan diri, baik di bidang akademik maupun organisasi.
Ketertarikannya terhadap sejarah dan bahasa telah tumbuh sejak masa pendidikan Madrasah Aliyah dan terus berkembang hingga bangku perguruan tinggi. “Bagi saya, setiap proses belajar adalah bentuk ibadah dan rasa syukur kepada Allah atas kesempatan untuk terus berkembang,” ujar Farah saat ditemui usai mengikuti kegiatan organisasi kampus.
Farah menempuh pendidikan dasar di MI Bustanussibyan Wanatirta, kemudian melanjutkan ke SMP Ma’arif NU 02 Paguyangan, dan MAS Darunnajat Pruwatan Bumiayu. Latar belakang keluarga yang sederhana justru menjadi motivasi kuat baginya untuk terus berprestasi dan membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang meraih mimpi.
Pilihan Farah untuk menekuni Sejarah Peradaban Islam didasari keinginannya memahami peristiwa masa lalu secara kritis, sekaligus menggali nilai-nilai peradaban Islam yang relevan bagi kehidupan masa kini. Saat ini, Farah aktif mengembangkan kemampuan bahasa Inggris dan Mandarin.
Menurutnya, penguasaan bahasa asing menjadi jembatan penting untuk memahami sejarah global serta memperluas wawasan lintas budaya. Ia meyakini bahwa kombinasi antara penguasaan bahasa dan pemahaman sejarah akan membuka peluang besar untuk berkontribusi dalam kajian akademik maupun pengabdian masyarakat.
Selain fokus akademik, Farah juga dikenal aktif berorganisasi. Ia tercatat sebagai Member UKM EASA (2023) dan dipercaya menjadi Manajer UKM EASA untuk periode 2024–2025 dan 2025–2026. Tak hanya itu, Farah juga mengemban amanah sebagai pengurus HMPS Sejarah Peradaban Islam (2025) serta pengurus Sanggar Selira (2024).
Kerja keras dan dedikasinya membuahkan hasil dengan diraihnya Juara Lomba LKTI KINMU 2025, sebuah capaian yang semakin menegaskan kiprahnya sebagai mahasiswi berprestasi dan inspiratif di lingkungan UIN Saizu. Bagi Farah, menempuh pendidikan di UIN Saizu bukan sekadar mengejar gelar akademik, melainkan proses pembentukan karakter, spiritualitas, dan intelektualitas.
“Saya ingin membuktikan bahwa dengan kesungguhan dan niat yang tulus, seorang perempuan bisa berdiri teguh, memberi dampak positif, dan menginspirasi melalui ilmu serta kebaikan,” tuturnya. Dengan prinsip hidup “Terbanglah setinggi awan, tapi jangan lupakan doa di setiap langkah”, Farah Wahyuningsih terus melangkah membawa harapan bahwa ilmu, iman, dan ketekunan dapat berjalan beriringan demi masa depan yang lebih bermakna. (AR/TA)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!