Details

Kisah Devina Titan Febrianti, Mahasiswi FEBI UIN Saizu Lolos Top 20 Best Art & Culture Beauty Muslimah Indonesia

UINSAIZU.AC.ID- Sosok perempuan lembut kerap dipandang sebelah mata. Namun, anggapan itu terpatahkan oleh Devina Titan Febrianti, mahasiswi Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto.

Dia membuktikan bahwa kelembutan bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan untuk berproses, berprestasi, dan memberi dampak positif. Perjalanan Devina menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan generasi muda, khususnya perempuan, bahwa karakter santun dapat berjalan seiring dengan prestasi dan keberanian tampil di ruang publik.

Devina lahir di Batang, 12 Februari 2004. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Sempu, kemudian melanjutkan ke MTs Ali Maksum Krapyak Yogyakarta, hingga mengenyam pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor. Lingkungan pesantren membentuk karakternya menjadi pribadi disiplin, tangguh, dan sederhana.

Pola pendidikan berbasis nilai dan kemandirian yang ia jalani sejak remaja memperkuat mental serta etos belajarnya. “Lingkungan pesantren mengajarkan saya arti konsistensi dan tanggung jawab,” ujarnya.

Sejak kecil, Devina sudah aktif mengikuti berbagai perlombaan. Ia kerap mewakili kecamatan dalam lomba tari dan hampir selalu meraih juara pertama. Namun, saat menjalani pendidikan di pesantren, kesempatan mengikuti kompetisi menjadi lebih terbatas.

Meski demikian, semangatnya untuk berkembang tidak pernah surut. Minat di dunia pageant telah tumbuh sejak lama. Kesempatan besar itu akhirnya datang saat ia mengikuti ajang Beauty Muslimah Indonesia.

Pengalaman tersebut menjadi langkah awalnya di dunia pageant profesional. Hasilnya membanggakan, Devina berhasil mewakili Jawa Tengah ke tingkat nasional dan meraih sejumlah prestasi:

Top 7 Best Catwalk Beauty Muslimah Jawa Tengah
Top 20 Best Art & Culture Beauty Muslimah Indonesia

Capaian itu ia raih melalui proses panjang, latihan intensif, serta keberanian keluar dari zona nyaman. Di balik keberhasilannya, Devina mengaku pernah mengalami kegagalan yang sempat membuatnya terpuruk. Namun, ia tidak membiarkan kegagalan tersebut menghentikan langkahnya.

“Kegagalan adalah awal dari kesuksesan. Selama kita terus mencoba, akan ada saatnya berhasil,” ungkapnya. Ia menjadikan setiap pengalaman sebagai bahan evaluasi dan motivasi untuk tampil lebih baik. Mental pantang menyerah inilah yang membentuknya menjadi pribadi yang matang secara emosional.

Di lingkungan kampus, Devina aktif sebagai Wakil Ketua Umum FEBI Arabic Club periode 2026/2027. Selain itu, ia juga bertugas sebagai staf resepsionis FEBI. Keterlibatan dalam organisasi membantunya mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta manajemen waktu. Ia belajar melayani, bekerja dalam tim, dan membangun jejaring profesional sejak di bangku kuliah.

Aktivitas tersebut menjadi bekal penting untuk mengembangkan diri tidak hanya secara akademik, tetapi juga sosial. Bagi Devina, perempuan lembut tetap bisa tegas, kuat, dan berprestasi. Ia ingin mematahkan stigma bahwa karakter santun identik dengan kelemahan.

Ke depan, ia bercita-cita terus berkarya, memotivasi generasi muda, serta memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan agama. Ia percaya langkah kecil yang konsisten akan membawa hasil besar di masa depan.

Kisah Devina Titan Febrianti menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh bakat. Ketekunan, keberanian bangkit dari kegagalan, serta keyakinan pada mimpi menjadi kunci utama meraih prestasi. (AR/TA)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #Purwokerto #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *