Details

Khalawatun Najwa dan Puisi Malam Seribu Bulan di Panggung Internasional

 

UINSAIZU.AC.ID - Di balik sorot lampu yang terang di panggung SEIBA International Festival 2025, seorang gadis muda dari Kabupaten Tegal berdiri tegak dengan secarik kertas puisi di tangannya.

Suaranya bergetar, bukan karena gugup, melainkan karena ia sedang membawakan sesuatu yang jauh lebih besar dari dirinya sendiri.

Yakni sebuah pesan cinta dan keindahan yang tertuang dalam puisi “Pada Malam 1000 Bulan” karya Penyair Ternama yang juga Guru Besar Bahasa dan Sastra Indonesia UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Abdul Wachid B.S.

Dialah Khalawatun Najwa, Mahasiswa UIN Saizu yang baru semester satu. Dia merupakan mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Saizu Purwokerto. 

Usianya masih sangat muda, tetapi langkahnya sudah menjejak di panggung internasional, tepatnya dalam SEIBA International Festival 2025. Ini ajang bergengsi yang mempertemukan para seniman dan intelektual muda lintas negara.

 

Dari Balapulang ke Panggung Internasional

 

Najwa lahir dan besar di Balapulang Wetan, sebuah desa di Kabupaten Tegal. Dari rumah sederhana di RT 03/10, ia ditempa dalam keluarga yang penuh kasih sayang. 

Ibunya, Khopsatun, selalu menjadi sumber kekuatan. Baginya, keberangkatan Najwa ke Purwokerto bukan hanya langkah akademik, tetapi juga doa panjang agar putrinya bisa menggapai mimpi.

Ketika Najwa berdiri di panggung, ia bukan sekadar mewakili dirinya sendiri. Ia membawa nama desanya, keluarganya, kampusnya, bahkan bangsanya.

Di ajang SEIBA International Festival 2025, turut hadir para delegasi mahasiswa dari sejumlah negara, seperti Malaysia, Kamboja, Filipina, dan Thailand. Selain itu juga diikuti oleh 16 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.

 

Puisi Sebagai Jembatan Jiwa

 

Sore itu, tepatnya Selasa, 30 September 2025 pukul 15.00 WIB, Najwa tampil sebagai peserta nomor urut lima di cabang lomba puisi, setelah penampilan sejumlah PTKIN dan delegasi dari Malaysia.

Ia memilih membawakan karya seorang maestro sekaligus gurunya di kampus, Prof. Abdul Wachid B.S. Puisi “Pada Malam 1000 Bulan” bukan sekadar rangkaian kata. 

Ia adalah jembatan jiwa yang menghubungkan bumi dengan langit, manusia dengan Sang Pencipta, seorang murid dengan gurunya.

Ketika Najwa melafalkan bait demi bait, suasana hening. Seolah seluruh ruang berhenti bergerak, hanya menyisakan suara yang bergetar lirih, namun penuh keyakinan.

 

 

Detik-detik yang Menggetarkan

 

Di balik penampilannya yang anggun, Najwa tentu menyimpan rasa cemas. Ia baru saja menginjak dunia perkuliahan, tiba-tiba sudah berdiri di hadapan juri dan penonton dari berbagai negara. Namun, begitu bait pertama terucap, segala keraguan lenyap.

Puisi itu seakan hidup di dalam dirinya. Kata-kata yang lahir dari seorang penyair besar kini menemukan rumah baru dalam suara seorang gadis muda.

Dan ketika penampilannya usai, tepuk tangan bergema bukan sekadar apresiasi, melainkan pengakuan bahwa Najwa berhasil menghadirkan malam seribu bulan di panggung dunia.

Bagi Najwa, SEIBA International Festival 2025 bukan sekadar ajang kompetisi. Ia adalah perjalanan batin, sebuah kesempatan untuk belajar bahwa puisi bisa menjadi bahasa universal yang mengikat manusia dari berbagai latar belakang.

Dan bagi UIN Saizu Purwokerto, penampilan Najwa adalah bukti nyata bahwa bahkan mahasiswa baru pun mampu mengukir prestasi di panggung internasional. Bahwa mimpi tidak mengenal usia, dan bakat bisa bersinar kapan saja, di mana saja.

Ketika Najwa turun dari panggung, ia tahu satu hal: perjalanan masih panjang. Tetapi sore itu, ia sudah menyalakan sebuah cahaya kecil, cahaya yang lahir dari keyakinan, keberanian, dan doa ibunya yang selalu mengiringi.

Dan mungkin, seperti judul puisinya, sore itu benar-benar terasa seperti malam seribu bulan: penuh berkah, penuh makna, dan tak akan pernah ia lupakan. (AR)

 

UIN Saizu Maju, UIN Saizu Unggul!!!

 

#UINSaizu #Seiba2025 #Puisi #Prestasi 

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *