Ketua Senat UIN Saizu Tegaskan Visi 'Kampus Desa Mendunia', Lulusan Diminta Jaga Integritas dan Berkontribusi Global

UINSAIZU.AC.ID- Ketua Senat UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Abdul Wachid B.S., menyampaikan pesan mendalam dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Wisuda Sarjana ke-70, Magister ke-34, dan Doktor ke-13 yang digelar di Auditorum Utama UIN Saizu Purwokerto, pada Selasa (31/3/2026).
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga integritas, memperkuat karakter, serta mendorong lulusan untuk memberi kontribusi nyata di tingkat global. Sidang wisuda tersebut dihadiri oleh Rektor UIN Saizu Prof. Ridwan, jajaran wakil rektor, guru besar, anggota senat, pimpinan fakultas, tamu undangan, serta orang tua dan wali wisudawan.
Mengawali sambutannya, Ketua Senat UIN Saizu Purwokerto secara resmi membuka sidang terbuka dengan penuh khidmat. Ia mengingatkan bahwa wisuda bukanlah titik akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal memasuki kehidupan yang lebih luas dan penuh tantangan.
Menurutnya, capaian gelar akademik merupakan hasil dari proses panjang yang dilalui dengan kesungguhan, doa, serta pengorbanan. Oleh karena itu, momentum wisuda harus dimaknai sebagai langkah awal untuk mengabdi kepada masyarakat. “Wisuda bukan sekadar seremoni, tetapi penanda kesiapan saudara untuk menghadapi dunia nyata,” ujarnya.
Prof. Wachid menguraikan visi kampus “Kampus Desa Mendunia” yang menjadi arah strategis pengembangan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Ia menjelaskan bahwa konsep “desa” tidak dimaknai sebagai keterbelakangan, melainkan sebagai simbol nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi kehidupan.
Menurutnya, desa mencerminkan kebersamaan dan budaya guyub, ketulusan dalam berinteraksi, konsistensi dalam bekerja, serta kejujuran dan kesederhanaan. “Di desa, karakter dibangun dan kepercayaan ditumbuhkan. Akar nilai ditanam agar tidak mudah goyah,” tegasnya.
Konsep ini disebut sebagai penguatan ke dalam, yakni memperkuat budaya akademik, tata kelola, integritas, serta kolaborasi di lingkungan kampus. Lebih lanjut, Ketua Senat menjelaskan bahwa makna “mendunia” tidak sekadar dikenal secara global, tetapi lebih pada pengakuan atas kontribusi yang diberikan.
“Mendunia bukan hanya tentang dikenal, tetapi tentang memberi arti bagi kemanusiaan,” katanya. Ia menegaskan bahwa visi kampus tersebut merupakan perpaduan antara kekuatan internal dan dampak eksternal, atau yang ia sebut sebagai penguatan ke dalam yang berdaya keluar.
Artinya, kualitas yang dibangun di dalam kampus harus mampu melahirkan manfaat yang dirasakan secara luas oleh masyarakat. Dalam pesannya kepada para wisudawan, Ketua Senat menekankan bahwa tantangan dunia kerja saat ini semakin kompleks dan kompetitif. Namun, menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis semata.

Dia mengingatkan bahwa integritas dan karakter menjadi faktor utama yang menentukan kepercayaan. “Integritas tidak dapat digantikan oleh kecerdasan, dan kepercayaan tidak dapat dibeli dengan gelar,” ujarnya.
Dia juga menegaskan bahwa lulusan UIN Saizu membawa dua bekal utama, yakni ilmu pengetahuan dan nilai moral. Keduanya harus berjalan seiring agar mampu menghasilkan karya yang bermanfaat sekaligus bermakna. Ketua Senat turut menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga wisudawan.
Prof. Wachid menyebut keberhasilan hari ini tidak lepas dari doa, dukungan, dan pengorbanan yang telah diberikan. Menurutnya, gelar akademik yang diraih bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi atau keluarga, tetapi juga amanah sosial yang harus dipertanggungjawabkan. “Anak-anak kita dipanggil untuk memberi manfaat, bukan sekadar mencari kedudukan,” tegasnya.
Dalam bagian reflektif, Ketua Senat mengingatkan para lulusan agar tidak terjebak pada keinginan untuk cepat dikenal tanpa membangun kualitas diri. Ia mendorong wisudawan untuk menjadi pribadi yang memiliki makna dan kontribusi nyata di masyarakat. “Jangan hanya ingin dikenal karena nama, tetapi jadilah pribadi yang dikenang karena makna,” pesannya.
Ia juga mengajak lulusan untuk mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat dengan ilmu yang dimiliki. Menutup sambutannya, Ketua Senat mengajak para wisudawan untuk menggabungkan nilai lokal dengan wawasan global.
Menurutnya, nilai-nilai yang dipelajari dari kehidupan desa seperti ketulusan dan kebersamaan harus tetap dijaga, sementara wawasan global perlu terus dikembangkan. “Dari desa kita belajar ketulusan, dari dunia kita belajar keluasan. Tugas saudara adalah merajut keduanya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa lulusan harus mampu membumi dalam nilai, namun tetap menjangkau peran yang lebih luas di tingkat nasional maupun internasional. Di akhir sambutannya, Ketua Senat secara resmi membuka Sidang Terbuka Senat dan menyerahkan prosesi wisuda kepada Rektor untuk dilanjutkan. Momentum ini menjadi simbol dimulainya babak baru bagi para lulusan dalam menapaki kehidupan profesional dan pengabdian kepada masyarakat. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!