Details

Kenalkan Potensi Banyumas, UIN Saizu Ajak Pimpinan PTKIN se-Jateng, Ponorogo dan Cirebon Wisata Alam dan Religi di Banyumas

 

UINSAIZU.AC.ID - Rangkaian kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Jawa Tengah, Ponorogo, dan Cirebon (TEH PONCI) di wilayah Purwokerto, Kabupaten Banyumas, tidak hanya diisi dengan sidang dan diskusi strategis.

Pada hari kedua, Sabtu (28/2/2026), panitia dari Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto mengajak para pimpinan PTKIN menikmati wisata alam dan religi di Kabupaten Banyumas.

Mereka dari UIN Saizu Purwokerto, UIN Walisongo Semarang, UIN Raden Mas Said Surakarta, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, UIN Salatiga, UIN Sunan Kudus, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, serta UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Kegiatan wisata dimulai pukul 09.30 WIB. Para pimpinan kampus yang terdiri atas Wakil Rektor 1, 2, dan 3, para dekan, direktur pascasarjana, ketua LPM dan LPPM, serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) bertolak dari Hotel Java Heritage Purwokerto menggunakan armada bus dan mini bus yang telah disiapkan panitia.

Destinasi pertama adalah Lokawisata Baturraden, ikon wisata alam di lereng selatan Gunung Slamet. Setibanya di lokasi, rombongan disambut udara sejuk khas pegunungan dan panorama hijau yang asri. Selain menawarkan keindahan alam, Baturraden juga dilengkapi fasilitas penunjang seperti area bermain, wahana edukasi, hingga pusat kuliner khas Banyumas.

Para peserta tampak menikmati suasana alam, berjalan santai menyusuri area lokawisata, serta mengabadikan momen kebersamaan. Beberapa pimpinan PTKIN mengaku baru pertama kali berkunjung ke Baturraden dan terkesan dengan keindahan alam Banyumas.

Kegiatan ini menjadi ruang relaksasi sekaligus penguatan jejaring informal antar pimpinan kampus. Setelah sehari sebelumnya mengikuti pembahasan isu-isu strategis pendidikan tinggi keagamaan, suasana alam Baturraden menghadirkan penyegaran sebelum melanjutkan agenda FGD berikutnya.

Dari Baturraden, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Makam Syech Makdum Wali Karanglewas untuk melaksanakan ziarah. Makam Syech Makdum Wali Karanglewas merupakan salah satu situs religi bersejarah di Kabupaten Banyumas yang menjadi tujuan ziarah masyarakat dari berbagai daerah.

 

 

Di kompleks makam yang sarat nilai sejarah dan spiritual tersebut, para pimpinan PTKIN bersama-sama memanjatkan doa. Ziarah berlangsung khidmat, diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh penyebar Islam di wilayah Banyumas.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum refleksi spiritual di tengah dinamika kepemimpinan perguruan tinggi. Nilai-nilai keteladanan, integritas, dan pengabdian yang diwariskan para ulama menjadi pengingat penting bagi para pimpinan kampus dalam menjalankan amanah institusi.

Usai ziarah, rombongan kembali menuju Purwokerto. Sementara sebagian peserta bersiap kembali ke hotel, sejumlah ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) menyempatkan diri mampir ke pusat oleh-oleh khas Purwokerto.

Selain itu, panitia FGD dari UIN Saizu juga telah menyiapkan cenderamata bagi seluruh peserta sebelum kembali ke daerah masing-masing. Oleh-oleh tersebut berupa kuliner khas Banyumas, yaitu Gethuk Goreng Sokaraja, serta kain batik khas Sokaraja sebagai bentuk promosi produk unggulan daerah.

Setelah rangkaian wisata dan ziarah selesai, rombongan kembali ke hotel untuk bersiap mengikuti agenda FGD selanjutnya. Melalui momentum FGD TEH PONCI ini, UIN Saizu tidak hanya berperan sebagai tuan rumah forum strategis pendidikan tinggi keagamaan, tetapi juga memperkenalkan Banyumas sebagai destinasi wisata alam dan religi yang layak dikunjungi. (AL/AR)

 

Kampus Desa Mendunia !

 

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia #FGD #ForumPTKIN #Transformasipendidikan

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *