Details

Kelompok KKN 42 UIN Saizu Hadirkan Sudut Baca di Masjid Al-Muttaqin Dusun Mangli

 

PURBALINGGA, UINSAIZU.AC.ID – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 42 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menghadirkan program “Sudut Baca” di Masjid Al-Muttaqin, Dusun Mangli, Desa Dawuhan, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga. Program ini menjadi upaya mahasiswa KKN 42 UIN Saizu untuk menciptakan lingkungan masjid yang lebih ramah dan nyaman bagi anak-anak sekaligus mendorong budaya membaca dan belajar di tengah masyarakat, Rabu (19/8/2026).

Program Sudut Baca menyediakan sekitar 80 buku ramah anak yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak di sekitar Masjid Al-Muttaqin. Koleksi buku yang tersedia cukup beragam, mulai dari buku anak-anak, kisah para nabi dan rasul, hingga berbagai bacaan edukatif lainnya yang disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak.

Kehadiran Sudut Baca menjadi salah satu bentuk kontribusi Kelompok KKN 42 UIN Saizu dalam mengembangkan fungsi masjid. Masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga dapat berperan sebagai ruang pendidikan dan pembelajaran bagi masyarakat, khususnya anak-anak.

Program tersebut juga dirancang untuk menyelaraskan program kerja KKN dengan Asta Protas Kementerian Agama, terutama dalam upaya menghadirkan lingkungan pendidikan keagamaan yang inklusif serta mendorong terciptanya ruang publik yang memberikan manfaat bagi generasi muda.

Penanggung jawab program Sudut Baca, Mamlu Atussa’adah, menjelaskan bahwa pemilihan Masjid Al-Muttaqin sebagai lokasi program dilakukan berdasarkan kondisi dan potensi lingkungan sekitar masjid.

“Masjid Al-Muttaqin ini merupakan salah satu masjid yang cukup strategis di daerah Dawuhan. Tempatnya berdampingan dengan PAUD dan juga menjadi tempat TPQ saat sore hari,” ujar Mamlu.

Menurutnya, keberadaan PAUD dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di sekitar Masjid Al-Muttaqin menjadi salah satu pertimbangan utama. Aktivitas belajar anak-anak yang cukup aktif menunjukkan bahwa masjid memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang pendidikan yang lebih luas.

“Kami melihat antusiasme adik-adik dalam belajar dan menuntut ilmu agama. Selain itu, wilayah sekitar masjid tersebut juga cukup ramai anak-anak bermain saat waktu senggang. Biasanya siang hingga sore hari anak-anak terlihat bermain di jalanan sekitar masjid,” lanjutnya.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kelompok KKN 42 kemudian menggagas Sudut Baca sebagai fasilitas alternatif bagi anak-anak ketika memiliki waktu senggang. Dengan adanya koleksi buku yang dapat dibaca secara bebas, anak-anak diharapkan memiliki pilihan kegiatan yang lebih edukatif dan bermanfaat.

Mamlu berharap keberadaan Sudut Baca dapat membuat anak-anak semakin nyaman untuk datang dan beraktivitas di lingkungan Masjid Al-Muttaqin.

“Harapan kami, masjid ini dapat memfasilitasi adik-adik sekitar dalam waktu senggang untuk membaca dan nyaman berada di masjid,” ungkapnya.

Program Sudut Baca tidak hanya berorientasi pada penyediaan koleksi buku, tetapi juga memiliki tujuan jangka panjang untuk membangun kedekatan anak-anak dengan masjid. Lingkungan masjid yang selama ini identik dengan aktivitas ibadah diharapkan dapat berkembang menjadi ruang yang ramah terhadap aktivitas pendidikan anak, tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai tempat beribadah.

Kehadiran Sudut Baca di Masjid Al-Muttaqin juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kebiasaan membaca sejak usia dini. Buku-buku yang tersedia dapat menjadi media bagi anak-anak untuk memperoleh pengetahuan tambahan di luar pembelajaran formal di sekolah maupun pembelajaran keagamaan di TPQ.

Selain itu, program Kelompok KKN 42 UIN Saizu ini diharapkan dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat setelah masa KKN berakhir. Keberlanjutan program menjadi salah satu hal penting agar fasilitas yang telah disediakan tidak berhenti sebagai program sementara, tetapi dapat terus memberikan manfaat bagi anak-anak di Dusun Mangli.

Dengan adanya Sudut Baca, Masjid Al-Muttaqin di Desa Dawuhan diharapkan dapat menjadi salah satu contoh masjid yang mampu mengintegrasikan fungsi ibadah dan pendidikan. Anak-anak dapat beribadah, mengikuti kegiatan TPQ, sekaligus memperoleh ruang untuk membaca dan belajar dalam lingkungan yang aman dan nyaman.

Program tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata keterlibatan Kelompok KKN 42 UIN Saizu dalam melihat potensi yang ada di masyarakat dan menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan warga. Melalui Sudut Baca, mahasiswa berharap budaya membaca dapat tumbuh di tengah masyarakat dan masjid semakin dekat dengan kehidupan anak-anak.

Ke depan, keberadaan Sudut Baca di Masjid Al-Muttaqin diharapkan dapat terus dirawat dan dikembangkan oleh masyarakat setempat. Dengan dukungan pengelola masjid, orang tua, serta warga sekitar, fasilitas tersebut berpotensi menjadi ruang belajar bersama yang aktif dan berkelanjutan bagi generasi muda di Dusun Mangli, Desa Dawuhan.

Melalui program tersebut, Kelompok KKN 42 UIN Saizu Purwokerto tidak hanya menghadirkan fasilitas membaca bagi anak-anak, tetapi juga mendorong pemanfaatan masjid sebagai ruang yang mendukung pendidikan, pembentukan karakter, dan tumbuhnya budaya literasi di tengah masyarakat Desa Dawuhan. (AL)

 

Kampus Desa Mendunia !

#UINSaizu #KKNUINSaizu #KKNBerdampak58 #PemberdayaanMasyarakat #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *