Kaprodi S2 KPI UIN Saizu : Ramadan Momentum Muhasabah dan Raih Ampunan Allah

UINSAIZU.AC.ID- Ketua Program Studi S2 Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Pascasarjana UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Khusnul Khotimah mengungkapkan, Bulan Suci Ramadan menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus melakukan refleksi diri.
Hal itu disampaikan Prof. Khusnul dalam program Lentera Ramadan UIN Saizu Purwokerto. Dalam pemaparannya, ia menegaskan, Allah SWT telah menjanjikan banyak kebaikan dan ampunan bagi umat manusia di bulan Ramadan. Namun, kesempatan tersebut sering kali terlewat karena manusia terlalu disibukkan dengan urusan dunia.
“Allah telah menjanjikan berbagai kebaikan bagi umat manusia di bulan Ramadan. Namun kadang manusia lalai karena terlalu sibuk dengan urusan dunia,” ujarnya. Dia mengutip hadis riwayat Abu Hurairah yang menyebutkan bahwa siapa pun yang berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh iman dan keikhlasan akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Menurutnya, hadis tersebut menjadi pengingat bahwa Ramadan merupakan bulan penuh ampunan sekaligus kesempatan besar bagi umat Islam untuk memperbaiki diri. “Bulan Ramadan adalah momen yang sangat baik bagi manusia untuk bermuhasabah, melihat kembali bagaimana kualitas ibadah dan kehidupan spiritualnya,” jelasnya.
Dia menambahkan bahwa ampunan dari Allah tidak datang begitu saja, tetapi harus diiringi dengan kesungguhan dalam menjalankan berbagai amalan ibadah. Lebih lanjut, Prof. Khusnul menjelaskan bahwa umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah selama Ramadan, baik ibadah yang bersifat ritual maupun sosial.
Ibadah mahdah, seperti membaca Al-Qur’an, memperbanyak salat sunnah, dan melaksanakan salat tarawih, menjadi sarana untuk memperkuat hubungan manusia dengan Allah. Selain itu, umat Islam juga didorong memperbanyak ibadah sosial seperti bersedekah, membantu sesama, menyantuni anak yatim, serta berbuat baik kepada orang lain.
“Ibadah di bulan Ramadan tidak hanya hubungan dengan Allah, tetapi juga bagaimana kita berbuat baik kepada sesama manusia,” katanya. Menurutnya, tantangan yang sering muncul justru ketika Ramadan datang, banyak orang justru semakin sibuk dengan urusan dunia.
Dia mencontohkan fenomena meningkatnya aktivitas konsumsi, mulai dari berbagai menu makanan hingga aktivitas belanja yang sering kali menyita perhatian umat Muslim selama Ramadan. Padahal, seharusnya bulan Ramadan dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan dan meningkatkan kualitas spiritual.
“Kadang justru di Bulan Ramadan orang menjadi lebih sibuk dengan urusan dunia, padahal ini adalah waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah,” ungkapnya. Di akhir pemaparannya, Prof. Khusnul menegaskan bahwa Ramadan dapat menjadi jalan bagi manusia untuk mencapai derajat insan kamil, yaitu manusia yang memiliki keseimbangan antara spiritualitas, moralitas, dan kehidupan sosial.
Hal tersebut dapat tercapai apabila manusia mampu mengelola hatinya dengan baik serta mengendalikan hawa nafsu yang ada dalam dirinya. “Tantangan terbesar manusia adalah pertarungan antara hawa nafsu dan hati. Jika manusia mampu mengendalikan hawa nafsunya, maka ia akan mencapai hati yang bersih dan merasakan keindahan Ramadan,” pungkasnya. (AR/TA)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!