Details

Kabupaten Banyumas Memasuki Usia 453, Rektor UIN Saizu Ajak Warga Terus Guyub Rukun, Bregas Waras Mbangun Banyumas

UINSAIZU.AC.ID- Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sebentar lagi akan menyambut hari paling bersejarah. Tepatnya pada tanggal 22 Februari 2024, kabupaten berjuluk Kota Satria ini bakal memperingati Hari Jadi Kabupaten Banyumas yang ke 453. Usia yang sudah cukup matang untuk sebuah kabupaten atau daerah.

Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Dr. H. Ridwan M.Ag mengucapkan selamat kepada Kabupaten Banyumas yang memasuki usia ke 453 tahun. Tentu banyak doa dan harapan terus dipanjatkan, agar Kabupaten Banyumas kedepan semakin maju dan berkembang. Terlebih dari hadirnya berbagai perguruan tinggi di kabupaten ini, salah satunya UIN.

"Kami menyampaikan Selamat Hari Jadi Kabupaten Banyumas ke 453. Semoga Banyumas semakin sejahtera, adil, tertib, indah dan aman. Di usia ke 453, semoga warga Kabupaten Banyumas terus guyub rukun, bregas waras mbangun Banyumas," tutur orang nomor satu di Kampus UIN Saizu Purwokerto tersebut.

Untuk diketahui, Hari Jadi Kabupaten Banyumas resmi ditetapkan setiap tanggal 22 Februari. Hal itu berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor  10 Tahun 2015 tentang Hari Jadi Kabupaten Banyumas. Hari Jadi Kabupaten Banyumas ditetapkan pada Kamis Wage atau Rabu sore, tanggal 22 Februari 1571.

Dari keterangan di laman Kabupaten Banyumas, hal itu mendasari perhitungan tanggal dan hari di mana R Joko Kaiman atau Adipati  Mrapat yang bergelar Adipati Warga Utama II. Dia ditetapkan oleh Sultan Pajang sebagai Adipati  Wirasaba  VII. R Joko Kaiman diangkat menggantikan Ayah Mertuanya, yaitu Adipati Warga Utama I (Adipati Wirasaba VI).

Setelah menjadi Adipati Wirasaba VII, R Joko Kaiman membagi daerah kekuasaannya menjadi empat wilayah. Keempat wilayah tersebut yaitu, Banjar Pertambakan yang diberikan kepada Kiai Ngabehi Wirayudo, wilayah Merden (Kiai Ngabehi Wirakusumo), dan Wirasaba (Kiai Ngabehi Wargawijoyo).

Sedangkan R Joko Kaiman kembali ke Banyumas membangun pusat pemerintahan baru. Konon, daerah yang pertama dibangun sebagai pusat pemerintahan adalah hutan tembaga di sebelah barat laut daerah Kejawar. Di sana, ada pertemuan Sungai Banyumas dan Sungai Pasinggangan.

Lokasinya sekarang berada di antara Desa Kalisube dan Desa Pekunden di Kecamatan Banyumas. R Joko Kahiman selanjutnya juga dikenal sebagai Adipati Mrapat, karena membagi wilayah kekuasaannya menjadi empat. (AR)

UIN Saizu Maju

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *