Juknis Bantuan Publikasi Internasional UIN Saizu 2026 Terbit, Dosen Berpeluang Raih Hingga Rp20 Juta

UINSAIZU.AC.ID- Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto resmi menerbitkan Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Publikasi Artikel Ilmiah Tahun 2026 sebagai upaya strategis meningkatkan kualitas riset dan daya saing akademik di tingkat global.
Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Rektor Nomor 205 Tahun 2026 yang ditandatangani pada 3 Februari 2026 oleh Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan. Melalui juknis ini, UIN Saizu memberikan dukungan konkret berupa bantuan dana kepada dosen yang berhasil mempublikasikan artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi, khususnya yang terindeks Scopus.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari kebijakan institusi dalam mendorong produktivitas akademik berbasis riset berkualitas. Dalam dokumen resmi tersebut dijelaskan bahwa publikasi ilmiah, terutama pada jurnal internasional bereputasi, merupakan indikator penting dalam mengukur produktivitas dan kualitas akademik dosen.
UIN Saizu menilai bahwa peningkatan jumlah publikasi tidak hanya berdampak pada reputasi individu dosen, tetapi juga memperkuat posisi institusi dalam pemeringkatan perguruan tinggi global. Selain itu, karya ilmiah yang dipublikasikan secara internasional dinilai mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi atas berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Dengan dasar tersebut, kampus berkomitmen menghadirkan dukungan anggaran sebagai bentuk keberpihakan terhadap pengembangan budaya akademik yang unggul dan berkelanjutan. Salah satu poin penting dalam juknis ini adalah skema bantuan yang disesuaikan dengan peringkat jurnal internasional bereputasi.
UIN Saizu menetapkan nominal bantuan maksimal sebagai berikut:
- Scopus Q1: hingga Rp20.000.000
- Scopus Q2: hingga Rp15.000.000
- Scopus Q3: hingga Rp10.000.000
- Scopus Q4: hingga Rp7.500.000

Kebijakan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kualitas jurnal tempat artikel dipublikasikan, semakin besar pula bantuan yang diberikan. Skema ini diharapkan mampu memotivasi dosen untuk menargetkan jurnal-jurnal bereputasi tinggi dalam proses publikasi ilmiah.
Namun demikian, bantuan ini tetap bergantung pada ketersediaan anggaran kampus. Artinya, proses seleksi dilakukan secara ketat dan kompetitif agar bantuan tepat sasaran.
Untuk menjaga kualitas program, UIN Saizu menetapkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh dosen pengusul. Di antaranya, dosen harus berstatus sebagai dosen tetap dan berperan sebagai penulis pertama dalam artikel ilmiah yang diajukan.
Selain itu, artikel yang diajukan wajib, bersifat orisinal dan bebas dari plagiarisme, dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi yang masih aktif terindeks Scopus, mencantumkan afiliasi UIN Saizu dan sesuai dengan bidang keahlian penulis.
Tidak hanya itu, artikel juga tidak boleh merupakan hasil pendanaan dari lembaga lain maupun keluaran penelitian yang didanai Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Menariknya, setiap dosen hanya diperkenankan mengajukan bantuan satu kali dalam satu tahun anggaran.
Kebijakan ini bertujuan agar pemerataan kesempatan dapat dirasakan oleh seluruh dosen. Dalam proses pengajuan, dosen diwajibkan melengkapi sejumlah dokumen administratif sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik dan administratif. Dokumen tersebut meliputi:
- Surat permohonan kepada rektor
- Artikel ilmiah yang telah dipublikasikan
- Bukti korespondensi dengan pengelola jurnal
- Bukti indeksasi di Scopus
- Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM)
- Surat pernyataan tidak menerima bantuan lain
- Surat keterangan dari LPPM
- Surat pernyataan orisinalitas karya
Kelengkapan dokumen menjadi faktor penting dalam proses verifikasi sebelum bantuan disetujui. Dengan diterbitkannya Keputusan Rektor Nomor 205 Tahun 2026, maka aturan sebelumnya yakni Keputusan Rektor Nomor 1131 Tahun 2022 telah resmi dicabut.
Juknis baru ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan menjadi acuan utama dalam pelaksanaan program bantuan publikasi di lingkungan UIN Saizu. Melalui kebijakan ini, UIN Saizu optimistis mampu meningkatkan jumlah publikasi internasional bereputasi secara signifikan.
Program bantuan ini tidak hanya menjadi insentif finansial, tetapi juga instrumen strategis untuk membangun ekosistem riset yang kompetitif. Ke depan, langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi UIN Saizu sebagai perguruan tinggi berbasis riset yang mampu bersaing di kancah global, sekaligus mendorong kontribusi nyata akademisi Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dunia. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!