Jaga Tradisi Leluhur, Mahasiswa KKN UIN Saizu Ikut Berbaur dalam Ratib Al-Attas di Desa Kemligi-Batang

UINSAIZU.AC.ID- Mahasiswa KKN Kolaborasi UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto dan UIN Walisongo ikut serta dalam Tradisi Ratib Al-Attas di Bulan Sura. Acara terlaksana di Desa Kemligi Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang, Jawa Tengah, tanggal 11 Juli 2024 lalu.
Dosen Pembimbing Lapangan, Muhammad Ash-Shiddiqy menyebutkan, tradisi tahunan di Bulan Sura masih terus dilakukan masyarakat di sekitar kita. Ini sudah menjadi warisan turun-temurun oleh masyarakat Kemligi. Ini merupakan wujud rasa syukur dan penghormatan kepada leluhur.
Menurutnya, masyarakat meyakini mereka tidak hanya semata-mata merayakan warisan nenek moyang, tetapi juga menguatkan ikatan spiritual dan mempererat kerukunan dan gotong royong antarwarga. Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Saizu Purwokerto sangat membantu.
"Ini menunjukkan komitmen dan kepedulian mahasiswa dalam menghargai tradisi masyarakat setempat dan karifaan lokal di Desa Kemligi, Batang. Kegiatan ini menjadi tradisi tahunan yang dilaksanakan pada Bulan Sura, tepatnya malam Jumat Kliwon," ujarnya dalam keterangan Selasa (23/7/2024).
Dia menjelasakan, para mahasiswa KKN Angkatan 54 memberikan kontribusi signifikan dalam pendidikan masyarakat melalui tradisi pembacaan Ratib Al-Attas. Ini merupakan salah satu wirid atau dzikir yang dipercaya memiliki nilai spiritual dan keberkahan dalam tradisi keagamaan Islam.
"Mahasiswa KKN UIN Saizu menggunakan kesempatan ini untuk mengenalkan praktik spiritual ini kepada masyarakat setempat. Ini bertujuan tidak hanya untuk mempererat hubungan keagamaan, tetapi juga untuk memperkuat nilai-nilai sosial dan kebersamaan di komunitas," tutur dia.
Masyarakat diajak memahami dan menghayati makna dari Ratib Al-Attas, serta pentingnya menjaga tradisi keagamaan. Pendekatan yang diambil mahasiswa KKN mencakup penyampaian teori dan praktik langsung, sehingga masyarakat dapat mengalami sendiri nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam ratib tersebut.
Selain memberikan pemahaman spiritual, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas dan rasa persatuan di tengah masyarakat, serta meningkatkan kualitas hidup melalui pemahaman yang lebih dalam terhadap nilai-nilai agama.
"Dengan demikian, pengabdian masyarakat ini tidak hanya berdampak pada aspek keagamaan, tetapi juga pada peningkatan kualitas sosial dan kehidupan berkomunitas di Desa Kemligi," beber dia. Untuk mahasiswa KKN UIN Saizu bernama Nur Muhabaroh, Syavira Aprillia dan Nur Faizah dari Posko 97 Kemligi.
Sementara itu, K.H. Bashori, sesepuh dan tokoh agama di Desa Kemligi menyampaikan pentingnya melaksanakan sholat lima waktu. Kehidupan di dunia ini hanyalah sementara dan alam dunia hanyalah ladang untuk mempersipkan kehidupan di akhirat kelak. Masyarakat juga diingatkan mengenai ziarah kubur.
Melalui ziarah, mereka diingatkan akan pentingnya menghargai masa lalu dan warisan budaya, serta untuk merenungkan betapa sementaranya kehidupan di dunia ini. Kegiatan ini bukan hanya memperkenalkan nilai-nilai spiritual, tetapi untuk membangun kesadaran kolektif pentingnya menjaga nilai-nilai luhur dan menghormati tradisi leluhur. (AR)
UIN Saizu Maju, UIN Saizu Unggul!!!
#uinsaizu #uinsaizupurwokerto #uinsaizumaju #uinsaizuunggul #kampushijau #purwokerto



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!