Inspiratif, Mahasiswa KKN Reguler UIN Saizu Purwokerto Rubah Limbah Kulit Pisang Jadi Camilan

UINSAIZU.AC.ID- Tantangan jaman menuntut kita untuk lebih kreatif dan inovatif dalam hal apapun. Anak muda punya andil besar dalam memajukan sektor ekonomi kreatif tersebut, khususnya sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah.
Hal itu rupanya yang hendak dijawab para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler UIN Saizu Purwokerto di desa binaannya. Tim mahasiswa Kelompok 8 berupaya memanfaatkan kulit pisang yang saat ini menjadi limbah, menjadi produk makanan yang bernilai jual.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Saizu Purwokerto, Mawi Khusni Albar menyebutkan, Tim Mahasiswa KKN ada yang memanfaatkan kulit pisang menjadi camilan. "Biasanya kulit pisang langsung dibuang dan dibiarkan menjadi sampah, sehingga tak bernilai ekonomi," ujarnya, Kamis (1/2/2024).
Hal itu sangat disayangkan, karena kulit pisang selain sebagai limbah organik atau sebagai makanan ternak, masih bisa dimanfaatkan sebagai camilan. Tantangan yang kemudian muncul di masyarakat ialah kurangnya pengetahuan tentang inovasi dari limbah kulit pisang.
"Banyak masyarakat terutama ibu-ibu menginginkan agar kulit pisang dapat dimanfaatkan, sehingga bisa memiliki nilai jual. Hal inilah yang dirasakan warga Desa Kalisari, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, tempat para mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto," terang dia.

Padahal, lanjut dia, menurut para mahasiswa KKN, desa itu memiliki potensi pohon pisang yang melimpah. Banyak pula masyarakat yang memproduksi keripik pisang di desa tersebut. "Berangkat dari permasalahan ini, mahasiswa KKN merencanakan program kerja unggulan yaitu Pengolahan Keripik Kulit Pisang," terang dia.
Dia menjelaskan, upaya Tim Mahasiswa KKN di Desa Kalisari itu, selain bisa mengurangi limbah, keripik kulit pisang dapat membangun ekonomi lokal. Karena, pembuatan keripik kulit pisang dapat menjadi peluang bisnis baru yang sangat menjanjikan.
Mahasiswa KKN Reguler Kelompok 8 juga telah menggelar kegiatan pelatihan pembuatan keripik kulit pisang tersebut. Mereka menggandeng ibu-ibu PKK yang sekaligus menjadi pengusaha keripik pisang di Desa Kalisari, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. (AR)
UIN Saizu Maju



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!