Ini Dia Gagasan Mahasiswa KKN UIN Saizu Tentang Transformasi Lahan Kosong Menjadi Tempat Wisata dan Edukasi

UINSAIZU.AC.ID- Kelompok 55 KKN UIN Saizu Purwokerto memiliki terobosan program transformasi lahan kosong menjadi tempat wisata dan edukasi di Lereng Gunung Slamet. Penanaman tanaman nanas dan tanaman obat telah dilakukan di desa binaannya, tepatnya di Desa Mlayang Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes.
Kelompok 55 Desa Mlayang beranggotakan Akyas Nasril Rakhman, Umi Muyyasaroh, Sekar Cahya Ningsih, Putri Qolbiatu Sholikha, Agus Setiawan, Lita Mausuli Awaliyani, Akhmad Subekti, Muhammad Febrian, Agin Faiza Fitriani dan Dian Naelil Falah. Mereka mendapat pendampingan dosen pembimbing Miftakhul Amri SSy MH.
Ketua Kelompok 55 KKN UIN Saizu Purwokerto, Akyas Nasril Rakhman menyebutkan, mahasiswa KKN berupaya menciptakan destinasi wisata yang menarik dan edukatif kedepannya. Cara yang dilakukan, yakni melalui penanaman tanaman nanas dan pemanfaatan lahan kosong di Desa Mlayang tersebut.
"Masyarakat nantinya dapat mengunjungi lokasi ini untuk belajar tentang pengelolaan sampah, memahami pentingnya tanaman obat, serta menikmati keindahan alam yang disajikan. Dengan demikian, tidak hanya memperbaiki lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa," ujarnya dalam laporannya.
Harapan kedepan, lanjut dia, selain berperan dalam menjaga lingkungan, tanaman nanas juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Diharapkan bahwa inisiatif ini akan menginspirasi desa-desa lain untuk mengikuti jejak yang sama dalam melindungi alam dan meningkatkan kualitas hidup bersama.
Menurutnya, edukasi tentang pengolahan sampah memiliki berbagai manfaat penting bagi masyarakat, baik secara individu maupun secara kolektif. Beberapa manfaat utamanya antara lain :
- Peningkatan Kesadaran Lingkungan
Edukasi tentang pengolahan sampah akan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Harapannya, masyarakat jadi lebih memahami dampak negatif dari pencemaran lingkungan akibat sampah yang tak dikelola dengan baik. Selain itu memberikan edukasi pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk kesehatan dan keberlanjutan.
- Pengurangan Pencemaran Lingkungan
Dengan adanya pemahaman cara yang benar memilah dan mengelola sampah, masyarakat dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang secara sembarangan. Hal ini juga akan membantu mengurangi pencemaran lingkungan. Baik itu pencemaran sungai, laut, dan udara. Ini tentu untuk mendukung kehidupan makhluk hidup lainnya dan menjaga ekosistem yang seimbang.
- Kesehatan Masyarakat
Pengelolaan sampah yang baik dapat membantu menjaga kesehatan masyarakat. Dengan mengurangi jumlah sampah organik yang membusuk di tempat pembuangan akhir, risiko penyebaran penyakit akibat vektor seperti nyamuk dan tikus dapat dikurangi. Selain itu, pengelolaan sampah yang benar juga mengurangi risiko kontaminasi air dan udara yang dapat menyebabkan berbagai penyakit.
- Pengurangan Penggunaan Sumber Daya Alam
Dengan mengajarkan praktik daur ulang dan pengelolaan sampah yang efisien, edukasi pengolahan sampah membantu mengurangi penggunaan sumber daya alam yang terbatas. Daur ulang sampah dapat mengurangi kebutuhan akan bahan baku baru, seperti kertas, plastik, dan logam, sehingga membantu melindungi hutan, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan memperpanjang umur pakai sumber daya alam.
- Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi
Dengan pemahaman tentang potensi ekonomi dari daur ulang dan pengelolaan sampah, masyarakat dapat melihat sampah sebagai sumber pendapatan tambahan. Misalnya, melalui pengumpulan dan penjualan sampah daur ulang, masyarakat dapat memperoleh penghasilan tambahan. Selain itu, pembuatan produk-produk daur ulang juga dapat menjadi peluang bisnis baru yang berpotensi menguntungkan.
- Peningkatan Keterlibatan Masyarakat
Edukasi tentang pengolahan sampah juga membantu meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan. Melalui pemahaman yang lebih baik tentang peran mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat dapat lebih aktif terlibat dalam kegiatan pengelolaan sampah di tingkat individu, keluarga, atau komunitas.
Dengan demikian, edukasi pengolahan sampah tidak hanya memberikan manfaat langsung dalam menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi untuk menciptakan perubahan positif dalam pola pikir dan perilaku masyarakat menuju keberlanjutan lingkungan yang lebih baik. (AR)
UIN Saizu Maju



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!