Ikuti Kuliah Umum Grand Syekh Al Azhar, Rektor UIN Saizu : Indonesia Jadi Pelopor Terbangunnya Peradaban Humanis

UINSAIZU.AC.ID- Rektor UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ridwan mengikuti Kuliah Umum Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Ahmed Prof. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Selasa (9/7/2024).
Selain Grand Syekh Al Azhar, hadir pula Prof. M. Quraish Shihab, pendiri dan Anggota Muslim Council of Elders. Acara bertajuk “Meneguhkan Moderasi Beragama untuk Membangun Toleransi dan Harmoni” itu berlangsung di Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta.
Dalam kesempatan itu, para pembicara membahas pentingnya moderasi beragama dalam membangun masyarakat yang toleran dan harmonis. "Dialog antar iman dan peradan ini harus dijadikan sebagai kegiatan rutin dan sistematis sampai ke akar rumput ummat beragama," ungkap Prof. Ridwan, Kamis (11/7/2024).
Menurutnya, hal ini penting untuk membangun peradaban manusia yang humanis dan suasana kehidupan yang harmonis. "Endingnya Indonesia menjadi model bagi negara yang harmoni di tengah keragaman agama, etnis dan budaya. Indonesia jadi pelopor terbangunnya peradaban yang humanis, yang berbasis pada nilai luhur keagamaan," tutur dia.

Rektor UIN Saizu Purwokerto hadir bersama para Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Kehadirannya dalam kuliah umum ini menunjukkan komitmen institusi dalam mendukung upaya moderasi beragama dan memperkuat toleransi antar umat beragama.
Grand Syekh Al Azhar dalam kuliah umumnya menyeru pentingnya persatuan dan tidak tertipu dengan propaganda yang ingin memecah belah umat Islam dengan berbagai cara. Grand Syekh mengingatkan umat Islam untuk tidak menjadi umat yang inferior. Umat Islam telah berkontribusi besar terhadap peradaban dunia.
Menurutnya, umat harus diingatkan agar terhindar dari orientasi baru yang menolak ajaran empat mazhab. “Di mana mereka membuat fiqih baru, di mana mereka mudah menyalahkan dan bahkan mengkafirkan yang tidak sependapat dengan mereka,” tutur Syekh.
Grand Syekh juga menyeru umat Islam untuk menjaga kerukunan umat beragama, sebagaimana dicontohkan Nabi dan para sahabat. Di mana mereka menghormati keyakinan agama lain. “Menghormati tidak sama dengan meyakini. Yang kita lakukan adalah menghormati meskipun tetap keyakinan itu masing-masing," jelasnya.

Alumni Al-Azhar, Prof M Quraish Shihab berbicara tentang moderasi beragama. Menurutnya, manifestasi nilai moderasi beragama di Indonesia bisa dilihat dari bentuk negara Indonesia. “Indonesia tidak berbentuk negara sekuler dan juga tidak berbentuk negara agama, tapi negara Pancasila yang sila pertamanya adalah tauhid," ujarnya.
Menurut Prof Quraish, manifestasi yang kedua adalah kelapangan dada para founding father yang Muslim dan para ulama ketika itu, saat penetapan sila-sila dari Pancasila di awal kemerdekaan. Prof Quraish mengutarakan untuk bersikap moderat dibutuhkan ilmu.
Ada tiga hal yang berbeda yang sering dianggap sama. Pertama agama, kedua ilmu agama, dan ketiga beragama. Agama sudah sempurna. Ilmu agama terus berkembang dan terjadi perbedaan antara ilmu yang diketahui oleh ulama satu ulama dengan ulama yang lainnya.
"Beragama butuh ilmu, agar cara kita beragama benar sesuai dengan ilmu, maka kiblat ilmu yang benar itu sudah ada yaitu Al-Azhar," beber dia. (AR)
UIN Saizu Maju, UIN Saizu Unggul !!!
#uinsaizu #uinsaizupurwokerto #uinsaizumaju #uinsaizuunggul #kampushijau #purwokerto



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!