Ikuti Konferensi Internasional ICIES 2024, Dosen FEBI UIN Saizu Komitmen Majukan Ekonomi Islam

UINSAIZU.AC.ID- Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto mengikuti The 4th International Conference on Islamic Economics Studies Surakarta (ICIES) ke-4 Tahun 2024. Tuan rumah kegiatan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.
Dekan FEBI UIN Saizu Purwokerto, Dr Jamal Abdul Aziz menyebutkan, keterlibatan dosen FEBI dalam kegiatan ini menandai tonggak penting wacana akademis dan profesional ekonomi Islam. Konferensi Internasional tersebut mengusung tema “Inovasi Ekonomi Islam: Menavigasi Tantangan Ekonomi Global.”
Kegiatan tersebut mendapat dukungan INHART IIUM, AFEBIS, IAEI, MES, dan HEBITREN. Kegiatan diikuti UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Abdurrahman Wahid Pekalongan, Universitas Al-Amien Prenduan, UIN Salatiga, UIN Saizu Purwokerto, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Kegiatan pembukaan menampilkan pidato utama dari tokoh-tokoh terkemuka di bidang ekonomi dan inovasi digital. Mazhar Durrani, CEO Parallaxnet, sebuah perusahaan digital terkemuka dari Amerika, menyampaikan pidato mendalam tentang peran teknologi digital dalam mentransformasi praktik ekonomi Islam.
Pemateri lain ada Prof Madya, Dr Betania Kartika dari INHART IIUM, dan Sheik Muhammed Rateeb, seorang advokat kewirausahaan sosial dari Gaza, Palestina. Mereka berbagi keahlian dan pengalamannya, sehingga memperkaya diskusi dengan beragam perspektif.
Berlangsung di Ballroom Hotel Syariah Solo, konferensi ini menarik 150 peserta. Termasuk dekan dari lembaga anggota AFEBIS, wakil dekan, presenter konferensi, dan mahasiswa terpilih dari FEBI. Suasana semarak ini menggarisbawahi semangat kolaboratif dan komitmen memajukan ekonomi Islam melalui inovasi dan pertukaran ilmiah.
Dosen FEBI UIN Saizu Purwokerto, Muhammad Ash-Shiddiqy membeberkan Analysis of the BSI Maslahah Zakat Empowerment Strategy for The Ngudi Dadi Kedarpan Purbalingga Livestock Group. Penelitian berfokus pada analisis zakat maslahah dan strategi pemberdayaan peternakan untuk ekonomi.
Hasilnya, strategi pemberdayaan yang diterapkan meliputi pengelolaan zakat secara transparan, pelatihan keterampilan manajerial dan teknis, serta pembentukan jaringan kerja sama antarpeternak. Dengan adanya zakat maslahah dan strategi pemberdayaan ini, peternak mengalami peningkatan pendapatan, keberlanjutan usaha, dan kemandirian ekonomi yang lebih baik.
Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa zakat maslahah dapat menjadi instrumen efektif dalam pemberdayaan ekonomi kelompok masyarakat seperti kelompok ternak, dengan mendukung peningkatan produksi, infrastruktur, dan kapasitas individu secara holistik.
Seiring berjalannya ICIES 2024, diharapkan menjadi platform untuk mendorong penelitian, jaringan, dan kolaborasi inovatif, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan ekonomi Islam di dunia yang berubah dengan cepat. (AR)
UIN Saizu Maju, UIN Saizu Unggul!!!
#uinsaizu #uinsaizupurwokerto #uinsaizumaju #uinsaizuunggul #kampushijau #purwokerto



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!