HMPS KPI UIN SAIZU Perkuat Komunikasi Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas Lewat Gerakan AKSARA 2026

UINSAIZU.AC.ID — Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HMPS KPI) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kepedulian sosial melalui program Gerakan AKSARA 2026. Kegiatan bertema “Suarakan Kepedulian dengan Gerakan Tangan” tersebut menjadi langkah nyata HMPS KPI dalam memperkenalkan komunikasi inklusif melalui pembelajaran bahasa isyarat bagi mahasiswa dan masyarakat umum.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Dakwah Kampus 2 UIN SAIZU pada Jumat (15/5/2026) itu secara resmi dibuka oleh Ketua Program Studi KPI, Dr. Uus Uswatusolihah. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi kepada HMPS KPI yang mampu menghadirkan kegiatan kemahasiswaan dengan dampak sosial yang nyata.
Menurutnya, mahasiswa KPI sebagai calon praktisi komunikasi harus memiliki kemampuan komunikasi yang luas, tidak hanya komunikasi verbal tetapi juga komunikasi nonverbal melalui bahasa isyarat.
“Saya berharap keterampilan mahasiswa tidak hanya berhenti pada komunikasi verbal, tetapi juga mampu memahami komunikasi nonverbal agar dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif,” ujarnya.
Ketua HMPS KPI UIN SAIZU, Najwa Khoirunnisa, dalam sambutannya turut menegaskan bahwa komunikasi tidak hanya disampaikan melalui suara dan kata-kata, melainkan juga dapat disampaikan melalui gerakan tangan dan kepedulian. Ia berharap para volunteer tidak hanya belajar bahasa isyarat selama kegiatan berlangsung, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari di luar Gerakan AKSARA.
“Komunikasi bukan hanya tentang suara dan kata-kata, tetapi juga tentang bagaimana kita peduli dan mampu memahami orang lain melalui gerakan tangan maupun tindakan nyata,” ungkapnya.
Gerakan AKSARA 2026 menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidang pendidikan inklusif dan bahasa isyarat, di antaranya guru SLB Negeri Purbalingga Agus Hasim, Ketua Komunitas Tuli Purbalingga Mohammad Aji Nugroho yang didampingi Juru Bahasa Isyarat (JBI), serta Muhammad Isnaini Nur Hidayat dari komunitas bahasa isyarat nasional yang hadir secara daring.
Dalam sesi materi, peserta dikenalkan pada dua sistem bahasa isyarat, yakni Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Agus Hasim menjelaskan bahwa belajar bahasa isyarat bukan sesuatu yang sulit apabila disertai kemauan dan kepedulian terhadap sesama.

“Belajar bahasa isyarat itu tidak sulit, tergantung mindset kita. Yang penting adalah bagaimana kita mau lebih dekat dan peduli kepada teman-teman disabilitas,” katanya.
Sementara itu, Mohammad Aji Nugroho menekankan bahwa penyandang disabilitas bukan kelompok yang harus dikucilkan, melainkan perlu mendapatkan perhatian agar tercipta komunikasi yang aman dan nyaman bagi semua pihak.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Sebanyak 40 volunteer dari berbagai perguruan tinggi seperti UIN SAIZU, Universitas Telkom, dan UNU mengikuti kegiatan tersebut. Jumlah itu bahkan melebihi kuota awal yang hanya dibuka untuk 30 peserta.
Ketua Pelaksana Gerakan AKSARA 2026, Laelatul Mujayanah, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dipersiapkan selama kurang lebih tiga bulan. Berbagai tantangan dihadapi panitia, mulai dari penyesuaian jadwal hingga koordinasi dengan berbagai komunitas dan relawan lintas kampus.
Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan pelatihan saja, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga bahasa isyarat yang dipelajari tidak hanya digunakan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga bisa dipraktikkan ketika berinteraksi langsung dengan teman-teman tuli di lingkungan masyarakat,” ungkapnya.
Melalui Gerakan AKSARA 2026, HMPS KPI UIN SAIZU berharap dapat meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya komunikasi inklusif sekaligus menumbuhkan rasa empati terhadap penyandang disabilitas. Program tersebut juga menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya berperan dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan sosial yang positif di tengah masyarakat. (AL)
Kampus Desa Mendunia !
#UINSaizu #KPI #GerakanAksara #FakultasDakwah #kampusberdampak #Kampusdesamendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!