Harmoni Karawitan di Hari Bahagia: Kisah Mahasiswa UIN Saizu Meriahkan Pernikahan Putra Wakil Rektor 3

UINSAIZU.AC.ID- Hari itu, Sabtu, 13 September 2025, suasana di Pendopo Sakinatul Mawa, di Jalan Sawunggaling V No.C 370 A, Pasir Kidul, Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas terasa istimewa.
Bukan hanya karena pernikahan putra Wakil Rektor III UIN Saizu, Prof. Sunhaji, berlangsung khidmat dan meriah, tetapi juga karena alunan gamelan dan lantunan tembang dari mahasiswa UKM Karawitan Setya Laras yang berhasil mencuri perhatian tamu undangan.
Bagi para mahasiswa yang tergabung dalam UKM Karawitan Setya Laras, tampil di acara besar seperti pernikahan pejabat kampus adalah pengalaman berharga. Ini merupakan sebuah kehormatan, karena mereka bisa unjuk kebolehan di momen penting tersebut.
“Kami sempat deg-degan sebelum tampil, tapi begitu gamelan mulai ditabuh, semua rasa gugup hilang. Rasanya bangga sekali bisa ikut meramaikan acara keluarga besar UIN Saizu," tutur Bayu Hizbullah, salah satu penabuh gamelan sambil tersenyum.
Bagi mereka, setiap denting nada bukan hanya musik, melainkan doa dan rasa syukur yang dipersembahkan di hari bahagia. Di balik penampilan yang indah, ada proses panjang yang penuh kerjasama. Latihan demi latihan mereka jalani, hingga malam-malam menjelang acara.
“Kami ingin menunjukkan bahwa seni tradisional tetap bisa hidup di tengah modernitas. Justru melalui momen seperti ini, kami merasa dekat dengan masyarakat," imbuh Bayu yang juga Ketua UKM Setya Laras UIN Saizu Purwokerto.

Dalam kesempatan itu, Wakil Rektor 3 UIN Saizu Purwokerto, Prof. Sunhaji yang menjadi tuan rumah, tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Baginya, penampilan para mahasiswanya bukan sekadar hiburan, tetapi simbol eratnya ikatan antara kampus dan budaya.
“Melihat mahasiswa tampil di acara keluarga kami sangat membanggakan. Mereka berhasil menjaga budaya sekaligus membawa suasana sakral pernikahan menjadi lebih hangat," ujar Prof. Sunhaji yang membidangi Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama penuh syukur.
UKM Karawitan Setya Laras bukan hanya hadir di panggung pernikahan. Mereka juga terus bergerak melestarikan seni melalui berbagai kegiatan: menggarap gending Banyumasan, pernah tampil di ajang bergengsi SeIBa International Festival (SIF) di Padang Tahun 2024, hingga memperkaya kanal YouTube dengan dokumentasi proses berkesenian.
Di mata mereka, seni bukan sekadar hobi, tetapi identitas yang mengikat kebersamaan. Bagi para mahasiswa, momen ini akan menjadi kenangan tak terlupakan. Bagi keluarga besar UIN Saizu, ini adalah bukti bahwa kampus bukan hanya tempat belajar ilmu, tetapi juga rumah bagi pelestarian budaya.
Di momen yang penuh sukacita itu, suara gamelan mengalun, tari mengembang, dan wajah-wajah muda tersenyum bangga. Sebuah harmoni sederhana yang meninggalkan kesan mendalam, baik bagi yang menampilkan maupun yang menyaksikan. (AR)
UIN Saizu Maju, UIN Saizu Unggul!!!
#uinsaizu #uinsaizupurwokerto #uinsaizumaju #uinsaizuunggul #UKMKarawitanSetyaLaras



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!