Details

Hadirkan Ecep Suwardaniyasa Pemred tvOnenews, Studium Generale UIN Saizu Bahas Peluang dan Tantangan Gen Z di Era Digital

UINSAIZU.AC.ID- UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar Studium Generale “Peluang dan Tantangan Gen Z dalam Menghadapi Era Digital” di Auditorium Utama UIN Saizu Purwokerto, Selasa (23/9/2025). Kegiatan diikuti ratusan mahasiswa baru dari seluruh fakultas.

Acara menghadirkan Dr. Ecep Suwardaniyasa, Pemimpin Redaksi tvOnenews.com, sebagai narasumber utama. Seminar ini dipandu oleh Dr. Sumiarti selaku moderator. Studium Generale menjadi agenda penting yang diselenggarakan setiap awal semester.

Ini sebagai sarana penguatan wawasan dan motivasi bagi mahasiswa baru.
Kegiatan dibuka Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan. Dia menekankan pentingnya mahasiswa generasi Z memahami posisi dan perannya di era digital yang penuh tantangan dan ketidakpastian.

“Ini waktu yang penting dalam rangka bersama-sama melakukan kajian sekaligus refleksi tentang positioning khususnya mahasiswa baru generasi Z di era digital sekarang. Hidup ini penuh dengan tantangan, tetapi pada setiap tantangan itu ada peluang," ujarnya.

Menurut Prof. Ridwan, orang yang akan sukses adalah mereka yang tidak berhenti pada pencapaian hari ini, melainkan terus mencari ruang baru dan berinovasi. Perubahan tidak dapat dihindari. Yang bisa dilakukan adalah beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Dia meminta, mahasiswa UIN Saizu mampu menjadi pribadi yang impactful atau memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Kita ingin lebih dari sekadar ada. Bagaimana keberadaan kita memberikan makna,” tambahnya.

Dalam paparannya, Dr. Ecep Suwardaniyasa menjelaskan karakteristik generasi Z yang lahir antara tahun 1997-2012 dan dikenal sebagai digital native sejati. “Gen Z memiliki kebebasan berkreasi, lebih peduli pada isu lingkungan, dan memanfaatkan teknologi digital untuk belajar, berkarya, hingga berwirausaha,” terangnya.

Ia mencontohkan fenomena konten kreator seperti Fiki Naki dan Jerome Polin yang mampu mengubah platform digital menjadi sarana edukasi, hiburan, dan sumber penghasilan.

“Dengan modal minimal, Gen Z dapat memulai bisnis daring, membuat produk kreatif, atau membangun komunitas yang memberi dampak positif. Namun, perlu diingat pentingnya selektif dalam berjejaring karena banyak akun palsu yang bisa merugikan,” tegasnya.

Dr. Ecep juga mengajak mahasiswa untuk memperluas jejaring, berkolaborasi, dan berpartisipasi aktif dalam penelitian maupun kewirausahaan. “Networking dan kolaborasi adalah kunci. Generasi Z memiliki peluang besar jika mampu menggabungkan kreativitas dengan pemanfaatan teknologi,” tambahnya.

Acara semakin interaktif dengan sesi tanya jawab. Enam mahasiswa berkesempatan bertanya tentang berbagai topik, mulai dari tantangan Gen Z, penggunaan Artificial Intelligence (AI), hingga cara memanfaatkan teknologi digital secara produktif. Para penanya mendapatkan souvenir menarik dari panitia.

Studium Generale ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru UIN Saizu untuk mempersiapkan diri menghadapi era disrupsi dengan lebih percaya diri, kreatif, dan berdaya saing.

Dengan terselenggaranya Studium Generale ini, diharapkan mahasiswa baru UIN Saizu tidak hanya memahami tantangan zaman, tetapi juga siap berkontribusi melalui inovasi, kolaborasi, dan karya nyata di tengah era digital. (AR/AL)

UIN Saizu Maju, UIN Saizu Unggul !!!

#UINSaizu #StudiumGenerale #GenZ #MabaUINSaizu #Digitalisasi #DigitalNative

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *