Details

Hadirkan Dewan Pengawas BLU, UIN Saizu Perkuat Tata Kelola Keuangan dan Optimalisasi Layanan Kampus

UINSAIZU.AC.ID - Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus memperkuat tata kelola keuangan dan optimalisasi layanan kampus melalui pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Tata Kelola Keuangan dan Optimalisasi Layanan BLU” yang digelar di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Gedung Rektorat UIN Saizu Purwokerto, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan strategis ini menghadirkan jajaran pimpinan universitas mulai dari Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, Wakil Rektor, Ketua Senat, para Dekan Fakultas, Kepala Biro AUPK, Ketua Lembaga, Kepala UPT, hingga unsur Satuan Pengawasan Internal (SPI).

FGD juga menghadirkan tiga anggota Dewan Pengawas BLU UIN Saizu Purwokerto, yakni Dr. Fesal Musaad dari Kementerian Agama, Kresnadi Prabowo Mukti dari Kementerian Keuangan, dan Ulil Archam dari unsur profesional dan dunia usaha.

Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, membuka kegiatan dengan memaparkan kondisi pengelolaan keuangan serta proyeksi pengembangan BLU tahun 2026. Dalam paparannya, Prof. Ridwan menyebut target pendapatan BLU UIN Saizu tahun 2026 diproyeksikan mencapai lebih dari Rp110,6 miliar.

Pendapatan tersebut berasal dari berbagai sektor layanan, mulai dari jasa pendidikan, penyediaan barang dan jasa, layanan perbankan BLU, hingga pendapatan sewa gedung dan peralatan kampus. Ia juga mengungkapkan tren peningkatan pendapatan BLU dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2023, realisasi pendapatan tercatat sebesar Rp65,8 miliar, kemudian naik menjadi Rp76,8 miliar pada 2024, dan kembali meningkat menjadi Rp86,3 miliar pada 2025. Sementara hingga April 2026, realisasi pendapatan telah melampaui Rp41 miliar dengan proyeksi total pendapatan mencapai sekitar Rp93,9 miliar.

Meski menunjukkan pertumbuhan positif, Prof. Ridwan mengakui masih terdapat potensi mismatch pendapatan sekitar Rp16,7 miliar yang perlu diantisipasi melalui penguatan tata kelola keuangan dan optimalisasi aset universitas.

“BLU harus menjadi instrumen untuk memperkuat pelayanan publik dan mendorong kemandirian kampus. Karena itu, pengelolaan keuangan harus dilakukan secara akuntabel, efisien, dan berbasis kinerja,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Prof. Ridwan juga memaparkan sejumlah program strategis kampus yang sedang berjalan. Di antaranya pembangunan Gedung Asrama Kampus I dan Gedung Laboratorium Fakultas Dakwah guna mendukung peningkatan kualitas layanan akademik maupun nonakademik.

Menurutnya, penguatan fasilitas kampus menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi UIN Saizu sebagai perguruan tinggi BLU yang unggul dan mandiri.

Ketua Dewan Pengawas BLU UIN Saizu Purwokerto, Dr. Fesal Musaad, dalam paparannya menjelaskan bahwa pengelolaan BLU memiliki landasan hukum yang kuat, mulai dari Undang-Undang Perbendaharaan Negara, Peraturan Pemerintah tentang Pengelolaan Keuangan BLU, hingga Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2021 tentang Pusat Pengembangan Bisnis Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri Badan Layanan Umum.

Dia menegaskan bahwa BLU merupakan instansi pemerintah yang dibentuk untuk memberikan layanan kepada masyarakat tanpa mengutamakan keuntungan, namun tetap menerapkan prinsip efisiensi dan produktivitas layaknya korporasi modern.

“Pengelola BLU harus kreatif, inovatif, dan memiliki jiwa entrepreneur. Namun orientasi BLU bukan mencari keuntungan, melainkan keberlanjutan layanan dan peningkatan kualitas akademik,” jelasnya.

Dr. Fesal juga menyoroti pentingnya pengembangan unit bisnis kampus untuk memperkuat kemandirian institusi. Menurutnya, potensi pendapatan BLU tidak hanya berasal dari biaya pendidikan, tetapi juga dapat dikembangkan melalui pusat bahasa, pelatihan, koperasi, rumah sakit, layanan sewa gedung, hotel, hingga unit bisnis lainnya sesuai karakteristik kampus.

Sementara itu, anggota Dewan Pengawas BLU dari Kementerian Keuangan, Kresnadi Prabowo Mukti, menekankan pentingnya perencanaan bisnis berbasis data dan monitoring berkala dalam pengembangan BLU.

Ia menyebut optimalisasi aset kampus menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan pendapatan universitas di luar sektor akademik. “Kami dari Dewan Pengawas akan terus melakukan monitoring dan memberikan fasilitasi agar pengembangan BLU berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan praktik bisnis yang sehat,” katanya.

Kresnadi juga mendorong UIN Saizu menyusun timeline pengembangan bisnis yang jelas dan terukur agar setiap program dapat dievaluasi secara efektif. Dari unsur profesional, Ulil Archam menyoroti pentingnya komunikasi aktif antara pengelola BLU dan Dewan Pengawas.

Menurutnya, laporan perkembangan BLU yang disampaikan secara berkala akan membantu Dewan Pengawas memahami kondisi riil institusi sehingga dapat memberikan arahan yang tepat dan solutif. Ia juga menekankan pentingnya tindak lanjut cepat terhadap hasil audit dan evaluasi agar perbaikan tata kelola dapat segera dilakukan.

Diskusi dalam FGD berlangsung dinamis dengan berbagai masukan terkait pengembangan pusat bisnis kampus, kebutuhan SDM profesional, hingga optimalisasi layanan dan aset universitas.

Melalui forum ini, UIN Saizu menunjukkan komitmen kuat untuk terus memperbaiki tata kelola keuangan, meningkatkan kualitas layanan publik, serta membangun kemandirian institusi melalui pengelolaan BLU yang sehat dan inovatif.

Sinergi antara pimpinan universitas, pengelola BLU, dan Dewan Pengawas diharapkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan perguruan tinggi BLU yang akuntabel, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

Dengan penguatan tata kelola serta pengawasan yang optimal, UIN Saizu Purwokerto optimistis mampu berkembang menjadi perguruan tinggi keagamaan negeri unggul yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. (AR)

 

Kampus Desa Mendunia!

 

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *