Gula Nira Organik Desa Ketanda Tembus Pasar Dunia, Mahasiswa KKN UIN Saizu Pelajari Strategi Pemberdayaan Masyarakat

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Potensi desa di Kabupaten Banyumas terus menunjukkan daya saing hingga tingkat internasional. Salah satu contohnya adalah gula nira organik produksi Kelompok Nira Mukti Rahayu (Nimura) di Desa Ketanda Kecamatan Sumpiuh yang berhasil menembus pasar ekspor ke berbagai negara.
Keberhasilan tersebut menjadi perhatian Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Saizu Purwokerto Kelompok 010 yang melakukan kunjungan edukatif ke sentra produksi gula nira organik pada 17 Juli 2026.
Kunjungan ini bertujuan menggali sejarah pengembangan gula organik, memahami proses produksinya, serta mempelajari strategi pemberdayaan masyarakat yang mampu mengangkat potensi lokal hingga dikenal di pasar global.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa berdialog langsung dengan Tusino, Ketua sekaligus perintis Kelompok Nimura yang juga merupakan mantan Kepala Desa Ketanda.
Dia menjelaskan bahwa pengembangan gula nira organik berawal dari upaya mengubah pola produksi masyarakat dari gula konvensional menjadi gula organik yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Proses perubahan tersebut dilakukan secara bertahap melalui sosialisasi kepada masyarakat dalam berbagai forum, seperti pertemuan warga, kelompok tani, hingga kegiatan arisan.
Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai teknik budidaya pohon kelapa, penyadapan nira, hingga proses pengolahan gula yang sesuai dengan standar organik internasional.
Menurut Tusino, gula nira organik diproduksi tanpa menggunakan bahan kimia sintetis, baik dalam proses budidaya maupun pengolahannya. Hal itu menjadikan produk lebih alami, aman dikonsumsi, sekaligus ramah lingkungan.
Selain kualitasnya yang lebih baik, harga jual gula organik juga jauh lebih tinggi dibandingkan gula cetak konvensional. "Gula cetak organik maupun gula kristal organik memiliki nilai jual sekitar dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan gula nonorganik karena kualitas dan standar produksinya lebih ketat," jelasnya.
Untuk memperoleh sertifikasi organik, setiap produk harus melalui proses audit yang ketat. Sampel gula diuji di laboratorium di Belanda guna memastikan seluruh tahapan produksi memenuhi standar organik internasional.

Setelah dinyatakan lolos audit, Kelompok Nimura memperoleh kesempatan menjalin kerja sama dengan berbagai mitra ekspor. Hingga kini, gula nira organik produksi Desa Ketanda telah dipasarkan ke sejumlah negara, antara lain Jepang, Australia, Inggris, dan Belanda.
Keberhasilan tersebut juga diikuti dengan perkembangan jumlah anggota kelompok. Dari semula beranggotakan 115 orang, saat ini tercatat 89 anggota aktif yang secara konsisten menjalankan produksi gula organik sesuai standar yang telah ditetapkan.
Tusino menegaskan bahwa keberhasilan gula organik Desa Ketanda tidak terlepas dari komitmen seluruh anggota kelompok dalam menjaga kualitas produk sejak proses penyadapan nira hingga pengemasan. Menurutnya, disiplin menerapkan standar organik menjadi faktor utama agar produk mampu diterima oleh pasar internasional.
"Yang terpenting adalah menjaga kualitas dan konsistensi. Jika prosesnya dilakukan sesuai standar organik, maka produk kita akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar dunia," ujar Tusino.
Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa KKN UIN Saizu memperoleh pengalaman langsung mengenai proses pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Mereka mempelajari berbagai aspek pengembangan usaha, mulai dari pendampingan masyarakat, penerapan standar organik, proses sertifikasi internasional, hingga strategi pemasaran produk ekspor.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam memahami bahwa pengembangan desa tidak hanya bergantung pada potensi sumber daya alam, tetapi juga membutuhkan inovasi, tata kelola yang profesional, serta partisipasi aktif masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran mahasiswa KKN sebagai agen pemberdayaan masyarakat yang mampu menghubungkan potensi lokal dengan peluang ekonomi yang lebih luas.
Keberhasilan Kelompok Nimura membuktikan bahwa produk desa mampu memiliki daya saing global ketika dikelola secara berkelanjutan, menjaga kualitas, dan memenuhi standar internasional. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!