Details

FUAH UIN Saizu Gelar Workshop Psikosufistik, Perkuat Kompetensi Guru BK Deteksi Dini Masalah Kesehatan Mental

UINSAIZU.AC.ID- Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar Workshop Psikosufistik bagi Guru Bimbingan dan Konseling (BK), pada Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini mengusung tema Penguatan Kompetensi Guru BK dalam Deteksi dan Penanganan Kesehatan Mental Peserta Didik.

Dekan FUAH UIN Saizu Purwokerto, Dr. Hartono menyampaikan, workshop tersebut menjadi bagian dari komitmen FUAH UIN Saizu dalam pengembangan keilmuan sekaligus pengabdian kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan mental.

Kegiatan ini diikuti oleh guru BK dari berbagai satuan pendidikan di wilayah Banyumas dan sekitarnya. Dalam kesempatan itu, pihaknya menegaskan pentingnya penguatan peran guru BK dalam menghadapi tantangan kesehatan mental peserta didik yang semakin kompleks.

Menurutnya, pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan psikologis menjadi kebutuhan mendesak dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan humanis. Guru BK, kata dia, tidak hanya dituntut memahami aspek psikologi, tetapi juga mampu menghadirkan pendekatan yang menyentuh dimensi spiritual peserta didik.

“Pendekatan tersebut memungkinkan penanganan masalah kesehatan mental dilakukan secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan,” ujarnya. Workshop ini menghadirkan Wijaya, penggagas sekaligus praktisi psikosufistik, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Wijaya menjelaskan konsep dasar psikosufistik serta implementasinya dalam praktik bimbingan dan konseling di lingkungan sekolah. Dia menyampaikan bahwa pendekatan psikosufistik memungkinkan guru BK melakukan deteksi dini sekaligus pendampingan kesehatan mental peserta didik secara holistik.

Pendekatan ini menekankan keseimbangan antara aspek psikologis dan spiritual dalam proses pendampingan. Wijaya berharap para guru BK dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama workshop dalam praktik sehari-hari di sekolah.

Dengan demikian, pendampingan terhadap peserta didik dapat dilakukan secara lebih efektif dan berdampak positif bagi kesejahteraan mental mereka. Selain materi konseptual, peserta workshop juga mendapatkan pembekalan praktis terkait teknik identifikasi masalah kesehatan mental serta strategi pendampingan yang berorientasi pada empati, kesadaran diri, dan keseimbangan psikospiritual.

Melalui kegiatan ini, FUAH UIN Saizu berharap dapat berkontribusi nyata dalam mendukung penguatan kapasitas guru BK serta meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling di sekolah. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *