Details

FORSEMASHI Jateng–DIY Mantapkan Sinergi dan Pemerataan Jurusan: Mahasiswa Syariah & Hukum Siap Wujudkan Pendidikan Berkeadilan

UINSAIZU.AC.ID- Forum Senat Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (SEMA-FSH) se-Indonesia Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang tergabung dalam FORSEMASHI Jateng–DIY, sukses menggelar Forum Konsolidasi Wilayah di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang.

Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi, koordinasi, serta kolaborasi strategis antar lembaga mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum di wilayah Jateng–DIY. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan SEMA-FSH dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Jawa Tengah dan DIY, termasuk dari Sema Fakultas Syariah UIN Saizu Purwokerto.

Seluruh peserta aktif berdialog dan berdiskusi dalam suasana konstruktif, membahas berbagai isu aktual di bidang akademik, kelembagaan, serta pengembangan fakultas Syariah dan Hukum yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Salah satu isu utama yang dibahas dalam forum ini adalah pemerataan jurusan atau program studi di lingkungan Fakultas Syariah dan Hukum wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari mandat Forum Dekan FSH se-Indonesia, yang menekankan pentingnya kesetaraan akademik antar fakultas di berbagai kampus Islam negeri.

Dalam pandangan mahasiswa, pemerataan jurusan menjadi strategi kunci untuk menciptakan keadilan akademik dan pemerataan kualitas pendidikan hukum baik hukum Islam maupun hukum positif.

Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan mampu memperluas ruang kolaborasi antar mahasiswa, memperkuat daya saing akademik, dan membuka akses setara bagi seluruh civitas akademika dalam pengembangan keilmuan di bidang hukum dan syariah.

Melalui musyawarah dan diskusi mendalam, FORSEMASHI Jateng–DIY menghasilkan beberapa poin kesepakatan strategis, antara lain:

Mendukung penuh mandat Forum Dekan FSH se-Indonesia terkait pemerataan jurusan dan mendorong percepatan implementasinya melalui sinergi antara fakultas, dekanat, dan lembaga mahasiswa.

Menyusun rekomendasi tertulis kepada Forum Dekan FSH se-Indonesia sebagai bentuk dukungan mahasiswa terhadap kebijakan akademik yang merata dan inklusif.

Membangun forum komunikasi berkelanjutan antar SEMA-FSH se-wilayah Jateng–DIY untuk memantau progres pemerataan jurusan serta memastikan partisipasi aktif mahasiswa dalam proses akademik fakultas.

Mendorong kolaborasi lintas kampus di bidang riset, advokasi kebijakan pendidikan, serta kegiatan ilmiah mahasiswa guna memperkuat sinergi dan semangat berkemajuan di lingkungan Fakultas Syariah dan Hukum.

Kesepakatan ini menegaskan peran mahasiswa sebagai mitra kritis dan konstruktif dalam mendukung arah kebijakan pendidikan hukum yang lebih berkeadilan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Sebagai tuan rumah, UIN Walisongo Semarang menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan mahasiswa yang berorientasi pada penguatan kolaborasi dan kepemimpinan intelektual.

Kampus ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa Syariah dan Hukum untuk saling berbagi ide, memperkuat jaringan, serta membangun solidaritas lintas institusi.

Para peserta forum sepakat bahwa kegiatan semacam ini tidak hanya memperkuat koordinasi antarlembaga, tetapi juga menjadi wadah pembentukan ekosistem akademik yang progresif, terbuka, dan berakar pada nilai-nilai keislaman.

Forum Konsolidasi Wilayah FORSEMASHI Jateng–DIY menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan pendidikan nasional.

Dengan semangat kolaborasi dan solidaritas, mereka berkomitmen memperjuangkan sistem pendidikan hukum yang adaptif, inklusif, dan berkeadilan.

Di akhir forum, para peserta menegaskan tekad untuk terus memperkuat integrasi kelembagaan mahasiswa serta mendorong kebijakan yang berpihak pada penguatan mutu akademik.

“Mahasiswa Syariah dan Hukum adalah pilar moral dan intelektual bangsa. Tugas kita bukan hanya belajar, tapi memastikan pendidikan hukum berjalan dengan nilai keadilan dan kemanusiaan,” demikian pesan penutup yang disepakati bersama. (AR)

Kampus Desa Mendunia

#UINSaizu #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *