FGD Pimpinan PTKIN se-Jateng Ponci di Purwokerto Bahas Isu Strategis dan Perkuat Daya Saing Global
.jpeg)
UINSAIZU.AC.ID - Focus Group Discussion (FGD) Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Jawa Tengah, Ponorogo, dan Cirebon (Teh Ponci) yang digelar UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menyoroti berbagai isu strategis pendidikan tinggi keagamaan, sekaligus merumuskan langkah konkret memperkuat daya saing global.
Forum yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi ruang konsolidasi delapan PTKIN untuk menyikapi dinamika regulasi, tata kelola kelembagaan, hingga tantangan internasionalisasi kampus. Kegiatan ditutup dengan sidang pleno yang mengesahkan sejumlah rekomendasi strategis sebagai komitmen bersama.
Ketua Forum PTKIN se-Jateng Ponci, Prof. Zaenal Mustakim, menegaskan bahwa FGD menjadi wadah penting untuk menyamakan persepsi dan menyaring persoalan strategis yang dihadapi masing-masing kampus.
Menurutnya, koordinasi antarpimpinan diperlukan agar kebijakan nasional dapat direspons secara kolektif dan tidak menimbulkan kendala di tingkat implementasi.
Sementara itu, Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada kampusnya sebagai tuan rumah. Ia menilai forum ini sebagai momentum memperkuat kolaborasi sekaligus mempercepat transformasi pendidikan keagamaan Islam yang adaptif terhadap perubahan global.
Dalam sesi komisi, peserta membedah sejumlah isu krusial, mulai dari penguatan kurikulum berbasis distingsi keilmuan, optimalisasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), strategi peningkatan pemeringkatan kampus, hingga penyesuaian tarif pascasarjana.
Selain itu, forum juga membahas skema remunerasi, penguatan sistem keamanan siber (cyber security), serta rekognisi prestasi mahasiswa di tingkat nasional dan internasional.
Pembahasan berlangsung dinamis dengan pertukaran praktik baik (best practices) antar-PTKIN. Hasilnya, forum merumuskan rekomendasi yang menitikberatkan pada peningkatan mutu akademik, tata kelola keuangan berbasis Badan Layanan Umum (BLU), serta percepatan internasionalisasi program studi.

Wakil Rektor 1 UIN Saizu Purwokerto, Prof. Suwito, dalam penutupan FGD menekankan pentingnya strategi rekrutmen mahasiswa baru, khususnya pada program studi pilar keilmuan dasar yang menjadi identitas PTKIN.
Ia juga menyoroti urgensi penguatan sumber daya manusia (SDM), sarana prasarana, dan jejaring kerja sama internasional sebagai fondasi peningkatan akreditasi dan reputasi global.
Menurutnya, paradigma pengelolaan keuangan BLU harus diarahkan pada efisiensi dan produktivitas tanpa mengesampingkan prinsip akuntabilitas. Capaian prestasi internasional mahasiswa dan dosen dinilai menjadi indikator penting dalam mendorong daya saing PTKIN di tingkat global.
FGD Pimpinan PTKIN se-Jateng Ponci di UIN Saizu ini menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas tata kelola, serta mendorong transformasi pendidikan keagamaan Islam yang unggul dan kompetitif di kancah internasional. (AL/AR)
Kampus Desa Mendunia !
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia #FGD #ForumPTKIN #Transformasipendidikan



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!