Details

FGD Manajemen Investasi Dorong Penguatan Pusat Pengembangan Bisnis UIN Saizu

UINSAIZU.AC.ID- Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Manajemen Investasi pada Pusat Pengembangan Bisnis.”

Kegiatan yang berlangsung di Karang Jengkol, Kabupaten Purbalingga pada Kamis (2/10/2025) itu diikuti 30 peserta. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II UIN Saizu Purwokerto, Prof. Sulkhan Chakim.

Turut hadir Kepala P2B UIN Saizu Purwokerto, Dr. Rahmini Hadi, Tim P2B, serta petani mitra binaan dari Desa Karangmoncol dan sekitarnya.

Para petani mitra berperan aktif mengembangkan komoditas pertanian unggulan seperti stevia, jahe merah, dan tanaman produktif lainnya yang menjadi bagian penting dari ekosistem bisnis pertanian terpadu P2B UIN Saizu.

FGD menghadirkan tiga narasumber utama dengan fokus pada strategi pengelolaan investasi berkelanjutan:

⦁    Melvin Vois, Direktur PT. Formula Top Indonesia, memaparkan strategi investasi dan kemitraan berbasis produktivitas serta efisiensi rantai pasok.

⦁    Muhamad Noor Sutrisno, Direktur PT. Solusi Agrikultural Digital, menekankan pentingnya transformasi digital dalam investasi pertanian dan pemasaran modern.

⦁    Imam Fahrurozi, Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), menguraikan peran pemberdayaan petani lokal dan penguatan kelembagaan berbasis komunitas desa.

Dalam sambutannya, Prof. Sulkhan Chakim, menegaskan bahwa FGD ini merupakan bagian dari upaya strategis memperkuat tata kelola P2B UIN Saizu sebagai pusat pengembangan ekonomi berbasis akademik.

“Sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat sangat penting untuk membangun sistem investasi yang produktif, berkelanjutan, dan berkeadilan,” ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Rahmini Hadi menyampaikan FGD bertujuan menjaring masukan dari berbagai pemangku kepentingan. Ia menekankan perlunya model manajemen investasi pertanian yang adaptif terhadap dinamika ekonomi serta potensi lokal.

Keterlibatan petani binaan Desa Karang Jengkol menjadi bukti nyata implementasi kolaborasi akademisi dan masyarakat. Melalui pendampingan P2B, para petani berhasil meningkatkan kualitas produksi stevia dan komoditas lainnya, sekaligus memperluas akses pasar melalui kemitraan bisnis yang lebih terstruktur.

Melalui kegiatan ini, P2B UIN Saizu diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pusat inovasi bisnis dan sosial. Kehadiran P2B tidak hanya menjembatani dunia akademik dengan sektor usaha, tetapi juga mendorong investasi pertanian berkelanjutan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #P2B

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *