Details

Enam Mahasiswa SPI UIN Saizu Terjun ke Museum Ranggawarsita Semarang, Digitalisasi Koleksi Jadi Sorotan

UINSAIZU.AC.ID- Sebanyak enam mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto sukses melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Museum Ranggawarsita Semarang.

Kegiatan ini berlangsung selama lebih dari satu bulan, terhitung sejak 7 Januari hingga 12 Februari 2026. Selama periode tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas kelembagaan dan pengelolaan koleksi museum.

Program PPL ini merupakan hasil kolaborasi antara Program Studi SPI UIN Saizu Purwokerto dengan pihak Museum Ranggawarsita Semarang. Kerja sama ini bertujuan memperkuat keterampilan aplikatif mahasiswa sekaligus memperluas ruang pembelajaran di luar kelas.

Pemilihan Museum Ranggawarsita dinilai relevan karena memiliki keterkaitan erat dengan kajian sejarah dan kebudayaan, khususnya dalam konteks sejarah peradaban Islam di Indonesia. Sebagai museum terbesar di Jawa Tengah, Museum Ranggawarsita menyimpan beragam koleksi penting, mulai dari artefak prasejarah hingga masa kolonial.

Koleksi tersebut meliputi batu arca, logam, mata uang kuno, naskah klasik, hingga replika bangunan dari berbagai periode seperti Hindu-Buddha, Islam, dan kolonial. Salah satu koleksi ikonik adalah meriam peninggalan era kolonial yang hingga kini masih dirawat dengan baik.

Selama pelaksanaan PPL, mahasiswa ditempatkan di Departemen Tata Kelola dan Pengarsipan. Di unit ini, mereka berfokus pada manajemen administrasi serta pengelolaan koleksi museum. Salah satu tugas utama mahasiswa adalah melakukan digitalisasi koleksi.

Mereka menginput data berbagai artefak yang sebelumnya masih berbentuk katalog konvensional ke dalam sistem digital yang terintegrasi dengan platform dari Kementerian Kebudayaan. Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi.

Mahasiswa harus meneliti detail setiap koleksi, mulai dari nama benda, asal-usul, periode sejarah, hingga deskripsi singkat sebelum dimasukkan ke sistem. Selain itu, mahasiswa juga terlibat dalam kegiatan konservasi. Salah satu pengalaman penting adalah mengikuti proses perawatan meriam kuno yang menjadi bagian dari koleksi museum.

Melalui praktik langsung di lapangan, mahasiswa memperoleh pemahaman konkret mengenai pentingnya pelestarian warisan budaya. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga membutuhkan keterlibatan langsung dengan sumber-sumber primer.

Program PPL di Museum Ranggawarsita menjadi bukti bahwa mahasiswa SPI mampu berperan aktif dalam menjaga dan merawat warisan sejarah. Digitalisasi koleksi dan konservasi artefak menjadi langkah nyata dalam memastikan peninggalan masa lalu tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Kegiatan PPL ini tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga membentuk kesadaran mahasiswa akan pentingnya pelestarian budaya. Dengan terjun langsung ke museum, mahasiswa SPI UIN Saizu Purwokerto membuktikan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam merawat sejarah bangsa. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *