Eksplorasi Karst Gombong, Mahasiswa Ilmu Lingkungan UIN Saizu Pelajari Geomorfologi dan Pemetaan di Jantung Geopark Kebumen
.jpeg)
UINSAIZU.AC.ID- Sebanyak 54 Mahasiswa Program Studi Ilmu Lingkungan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto melaksanakan Fieldtrip di Kawasan Perbukitan Karst Gombong, Karangbolong, Kebumen selama dua hari, 14–15 Juli 2025.
Dosen Ilmu Lingkungan, Gangsar Edi Laksono menyebutkan, ini merupakan bagian dari praktik lapangan mata kuliah Geomorfologi Lingkungan dan Pemetaan Dasar. Mereka mengeksplorasi langsung Kawasan Perbukitan Karst Gombong–Karangbolong, bagian dari Kebumen UNESCO Global Geopark (UGGp).
Seperti kita ketahui, Geopark Kebumen ini dikenal dengan kekayaan geologi dan biodiversitasnya. Pada hari pertama, mahasiswa melakukan pengamatan bentuklahan karst yang unik dan kompleks mulai dari bukit karst, dolina (lembah tertutup), hingga sistem sungai bawah tanah dan mata air.
Titik awal pengamatan berlangsung di Desa Tugu, tepatnya di sekitar Embung Tugu yang berada pada ketinggian 157 meter di atas permukaan laut. Lokasi ini merupakan geosite unggulan Geopark Kebumen yang menyajikan lanskap karst ideal untuk kajian geomorfologi.
Selanjutnya, rombongan mengunjungi Mataair Kalisirah di Desa Sikayu, Kecamatan Buayan. Gangsar Edi Laksono yang juga peneliti senior Kawasan Karst Gombong, menjelaskan bahwa mata air tersebut terbentuk dari proses pelarutan batu gamping yang menciptakan jaringan sungai bawah tanah.
“Mata air ini memiliki daerah imbuhan seluas 189 hektar dan terkoneksi langsung dengan Goa Jeblosan," jelasnya. Mata Air Kalisirah menjadi sumber air utama bagi masyarakat sekitar.
Perjalanan berlanjut ke Mata Air Langenujung. Di lokasi ini, mahasiswa mendapat materi tambahan dari Romza Fauzan Agni, peneliti karst dari Universitas Gadjah Mada.

Para mahasiswa melakukan praktik lapangan seperti alkalinity test menggunakan titration kit, pengukuran serapan karbon menggunakan CO₂ meter, serta pengujian kualitas air dengan parameter pH, DO, TDS, suhu, dan EC.
Hari kedua fieldtrip difokuskan pada eksplorasi Goa Barat sungai bawah tanah terpanjang di Karst Gombong dengan panjang mencapai 9,8 kilometer.
Mahasiswa menyusuri lorong goa sejauh 2,1 kilometer selama lebih dari enam jam, sambil mengamati proses pembentukan gua, ornamen stalaktit dan stalagmit, serta habitat kelelawar.
“Goa Barat tidak hanya penting sebagai sumber air dan objek wisata minat khusus, tetapi juga menjadi laboratorium alam untuk riset dan edukasi," ujar Gangsar.
Sebagai bagian dari latihan survei, mahasiswa dibekali lembar kuesioner, peta geologi, dan aplikasi GPS berbasis Android. Surya Waradi Muwahid, dosen pengampu mata kuliah Pemetaan Dasar, menyampaikan pentingnya kegiatan ini dalam membangun kompetensi mahasiswa.
“Mereka belajar menentukan titik lokasi, membaca peta, serta merekam dan menganalisis data spasial secara sistematis," ungkapnya.
Selain memperkaya pengalaman belajar, fieldtrip ini menanamkan kesadaran ekologis tentang pentingnya konservasi kawasan karst. Meski menghadapi medan berat, semangat dan antusiasme mahasiswa tetap menyala, menegaskan komitmen mereka sebagai calon ilmuwan lingkungan masa depan. (AR)
UIN Saizu Maju, UIN Saizu Unggul!!!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #Internasionalisasi #PTKIN #WorldClassUniversity #UMPTKIN2025 #UjianSusulanUMPTKIN #IlmuLingkungan #UINPurwokerto #BeritaKampus #GeoparkKebumen



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!