Dukung STQH Nasional XXVIII di Kendari, Rektor UIN Saizu : Cermin Islam Indonesia yang Damai dan Moderat

UINSAIZU.AC.ID- Rektor UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ridwan menyampaikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional ke-XXVIII yang berlangsung di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Dalam pernyataannya, Prof. Ridwan menegaskan bahwa ajang nasional tersebut mencerminkan wajah Islam Indonesia yang damai, moderat, dan berkeadaban.
“STQH Nasional mencerminkan wajah Islam Indonesia yang damai dan moderat. Kita patut bersyukur bahwa bangsa ini terus menjaga tradisi keilmuan dan spiritualitas Al-Qur’an dalam bingkai kebangsaan,” ujar Prof. Ridwan.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Kementerian Agama, pemerintah daerah, serta seluruh panitia dan peserta yang telah berkontribusi terhadap keberhasilan pelaksanaan STQH Nasional XXVIII.
Lebih lanjut, Prof. Ridwan berharap agar STQH ke-28 menjadi simbol kolaborasi umat Islam dalam meneguhkan nilai-nilai Qur’ani di tengah dinamika kehidupan modern.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya memperindah bacaan ayat suci, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk menjaga kerukunan sosial dan kelestarian lingkungan.
“Semoga STQH ke-28 ini menjadi sumber inspirasi untuk memperkokoh kerukunan dan kepedulian terhadap lingkungan,” harapnya.
Dengan semangat syiar dan moderasi beragama, STQH menjadi sarana penting dalam membangun karakter bangsa yang religius, inklusif, dan adaptif terhadap kemajuan teknologi.
Pelaksanaan STQH Nasional XXVIII tahun ini menghadirkan inovasi baru dalam tata kelola acara. Panitia menerapkan teknologi biometrik pada proses registrasi peserta untuk menjamin akurasi dan validitas data.
Proses registrasi ulang berlangsung pada 9–10 Oktober 2025 di Aula Asrama Haji Kendari, mencakup pemindaian wajah, sidik jari, dan telapak tangan. Data peserta terhubung langsung ke sistem Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk memastikan keabsahan identitas.
Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an, Rijal Rangkuty, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari langkah transformasi digital yang terus dikembangkan oleh Kementerian Agama.
“Pemanfaatan teknologi ini tidak hanya memudahkan proses registrasi, tetapi juga memastikan keadilan dan transparansi di antara peserta,” ungkap Rangkuty.
Ia menambahkan, digitalisasi dalam STQH menjadi wujud nyata penerapan tata kelola profesional dan akuntabel di era modern.
STQH Nasional XXVIII yang digelar pada 9–19 Oktober 2025 di Kendari melibatkan lebih dari 1.000 peserta dari 35 provinsi di seluruh Indonesia.
Jika termasuk dewan hakim, pelatih, pendamping, dan pejabat daerah, total partisipan mencapai hampir 4.000 orang.
Selain menjadi wadah perlombaan tilawah, tahfiz, dan hadis, STQH juga berperan penting dalam pemberdayaan ekonomi lokal melalui kegiatan expo UMKM, bazar, dan pasar rakyat berbasis kearifan lokal.
Ajang ini turut menjadi sarana regenerasi ulama muda, penanaman nilai akhlak dan kerukunan antarumat, serta penguatan kesadaran ekoteologi — bahwa mencintai Al-Qur’an juga berarti menjaga bumi sebagai amanah Tuhan.
Dengan penerapan sistem biometrik dan semangat kolaborasi lintas sektor, STQH Nasional ke-28 menjadi bukti nyata bahwa syiar Al-Qur’an dapat berjalan seiring dengan kemajuan teknologi digital.
Kegiatan ini tidak hanya memperkuat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga menegaskan peran Islam sebagai agama yang membawa nilai-nilai kemajuan, kedamaian, dan keberlanjutan.
“STQH bukan hanya ajang membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga momentum untuk memantapkan semangat kebersamaan, moderasi, dan kemajuan bangsa,” tutup Prof. Ridwan. (AR)
Kampus Desa Mendunia
#STQH2025 #STQHXXVIII #UINSAIZU #UINSAIZUPurwokerto #RektorUINSaizu #ModerasiBeragama #KemenagRI #SyiarAlQuran #TransformasiDigital #KendariSTQH2025



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!