Details

Dua Dosen FUAH UIN Saizu Teliti Pendidikan Islam di Kamboja, Soroti Ketahanan Identitas Muslim Minoritas

KAMBOJA, UINSAIZU.AC.ID- Dua Dosen Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto mengikuti penelitian kolaboratif internasional di Kamboja. Penelitian mengkaji perkembangan pendidikan Islam di tengah masyarakat Muslim sebagai kelompok minoritas.

Penelitian kolaborasi internasional tersebut dilaksanakan Dr. Ida Novianti, Dosen Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Saizu Purwokerto, bersama Kurnia Sari Wiwaha, Dosen Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Saizu Purwokerto, serta Siti Ratnawati, Dosen Institut Bakti Negara Tegal.

Kolaborasi lintas disiplin ini menggabungkan perspektif tasawuf dan psikoterapi, sejarah peradaban Islam, serta pendidikan untuk menghasilkan kajian yang komprehensif mengenai dinamika pendidikan Islam di Kamboja.

Selama penelitian lapangan, tim mengunjungi sejumlah lembaga pendidikan Islam, yakni Norol Iman Chroy Metrey School, An Nikmah Samdech Hun Sen Chroy Metrey School, dan Al-Ihsan Association for Islamic Education Development.

Di ketiga lembaga tersebut, para peneliti melakukan observasi proses pembelajaran serta wawancara dengan pimpinan sekolah, guru, dan tokoh masyarakat. Pengumpulan data difokuskan pada sistem pendidikan Islam, penguatan identitas Muslim Cham, hingga berbagai tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan Islam di negara yang mayoritas penduduknya memeluk agama Buddha.

Hasil observasi menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membina generasi muda Muslim sekaligus menjaga keberlangsungan nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan masyarakat yang multikultural.

Penelitian ini secara khusus mengulas bagaimana pendidikan Islam menjadi instrumen penting dalam memperkuat identitas masyarakat Muslim Cham, terutama setelah masa kelam rezim Khmer Merah yang pernah mengancam keberlangsungan kehidupan sosial dan keagamaan komunitas Muslim di Kamboja.

Selain menjadi tempat transfer ilmu agama, sekolah-sekolah Islam juga berfungsi sebagai ruang pelestarian budaya, bahasa, nilai-nilai keislaman, serta pembentukan karakter generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas keagamaannya.

Kurnia Sari Wiwaha menegaskan bahwa pendidikan Islam di Kamboja memiliki fungsi yang jauh melampaui aktivitas belajar mengajar. "Pendidikan Islam menjadi fondasi bagi masyarakat Muslim minoritas untuk menjaga identitas keagamaan sekaligus membangun kualitas sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislamannya," ujarnya.

Selain menghasilkan data penelitian, kegiatan ini turut memperkuat jejaring akademik internasional antara UIN Saizu Purwokerto, Institut Bakti Negara Tegal, serta berbagai lembaga pendidikan Islam di Kamboja.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan kerja sama yang lebih luas, meliputi penelitian bersama, pertukaran akademik, hingga pengembangan pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara.

Tim peneliti juga berencana mengembangkan hasil penelitian ini menjadi publikasi ilmiah yang dapat memperkaya kajian pendidikan Islam, khususnya mengenai strategi masyarakat Muslim minoritas dalam mempertahankan identitas keagamaan melalui pendidikan.

Temuan penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi, peneliti, dan pengambil kebijakan dalam merumuskan model pendidikan Islam yang lebih inklusif, adaptif, serta responsif terhadap dinamika masyarakat Muslim di negara-negara dengan populasi Muslim sebagai kelompok minoritas. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *