Dosen UIN Saizu Prof. Ahmad Dahlan Khutbah Jumat di Melbourne, Soroti Pentingnya Nilai Spiritual

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID – Dosen UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ahmad Dahlan, mengisi khutbah sekaligus menjadi imam salat Jumat di Masjid Surau Kita, Melbourne, Australia, Jumat (21/8/2026). Kehadiran Prof. Ahmad Dahlan di Melbourne merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penelitian dan penguatan jejaring internasional UIN Saizu di Australia.
Prof. Ahmad Dahlan diundang oleh Indonesian Muslim Community of Victoria (IMCV), salah satu organisasi Muslim Indonesia yang berpengaruh di Australia. IMCV berdiri pada 1997 di Victoria sebagai organisasi nirlaba yang menjadi wadah kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan bagi diaspora serta masyarakat Muslim Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ahmad Dahlan menyampaikan khutbah dalam bahasa Arab dan Inggris dengan mengangkat tema pentingnya keseimbangan antara pencapaian ekonomi dan kesadaran spiritual. Menurutnya, gemerlap kehidupan ekonomi perlu diimbangi dengan keteguhan nilai-nilai spiritual, terlebih bagi umat Islam yang hidup sebagai kelompok minoritas.
Ia menekankan bahwa kehidupan di negara dengan masyarakat Muslim sebagai minoritas menghadirkan tantangan tersendiri. Komunitas Muslim Indonesia yang tinggal dan beraktivitas di Australia diharapkan tidak hanya mengejar keberhasilan material, tetapi tetap mampu menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu nilai spiritual yang perlu dijaga, menurut Prof. Ahmad Dahlan, adalah kesadaran dalam memilih dan mengonsumsi makanan halal. Selain itu, umat Islam juga perlu menjaga pergaulan, tata etika, serta sikap dalam kehidupan bermasyarakat.
“Jangan sampai komunitas Muslim yang datang ke Australia hanya mendapatkan nilai materi dengan mengorbankan nilai-nilai spiritual,” pesan Prof. Ahmad Dahlan dalam khutbahnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya dan sikap yang inklusif dalam kehidupan sosial. Nilai tersebut dinilai penting untuk memperkuat peran komunitas Muslim sebagai bagian dari masyarakat Australia sekaligus menghadirkan Islam yang membawa kemaslahatan bagi semua.
Menurutnya, sikap inklusif tersebut menjadi bagian penting dari gerakan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Nilai-nilai Islam tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas keagamaan, tetapi juga melalui perilaku sosial yang mampu menciptakan hubungan harmonis dengan masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda.
Kegiatan khutbah Jumat tersebut berlangsung di tengah agenda penelitian Prof. Ahmad Dahlan di Australia. Ia menjalankan penelitian bertema “Gastrodiplomacy of Halal Food and Islamic Culture by the Indonesian Diaspora in the Era of ‘Indonesia Spice Up the World’ (Case Study in Australia)”.
Sebagai bagian dari studi lapangan tersebut, Prof. Ahmad Dahlan melakukan wawancara dan diskusi mendalam mengenai perkembangan budaya Islam serta relasi sosial-keagamaan dengan tokoh diaspora Indonesia, Prof. Nadirsyah Hosen.
Pertemuan tersebut berlangsung di Melbourne University Law School pada 17 Agustus 2026. Diskusi menjadi bagian dari upaya menggali perspektif mengenai perkembangan kehidupan Muslim Indonesia di Australia, termasuk hubungan antara budaya, agama, diaspora, dan kehidupan sosial di lingkungan masyarakat multikultural.
Selain menjalankan agenda penelitian, Prof. Ahmad Dahlan juga membawa misi penguatan jejaring global UIN Saizu. Ia mewakili Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Saizu serta 35 program studi di bawah asosiasi APSESI dalam upaya memperluas kerja sama internasional.
Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama internasional atau Memorandum of Agreement (MoA) dengan The ASEAN Institute of Applied Research and Innovation (AIARI) di Melbourne pada 18 Agustus 2026.
Kerja sama tersebut dirancang untuk mendorong pengembangan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara kolaboratif. Kolaborasi internasional ini diharapkan dapat membuka peluang bagi akademisi dan program studi untuk memperluas jejaring, meningkatkan kualitas riset, serta menghadirkan kegiatan pengabdian yang memiliki dampak lebih luas.
Kehadiran dosen UIN Saizu dalam kegiatan keagamaan dan akademik di Melbourne juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kontribusi akademisi Muslim Indonesia di ruang internasional. Nilai keislaman yang inklusif, pengembangan riset, serta penguatan jejaring global diharapkan dapat berjalan beriringan dalam mendukung visi UIN Saizu sebagai perguruan tinggi yang unggul, progresif, dan integratif. (AL)
Kampus Desa Mendunia !
#UINSaizu #InternationalResearch #IslamCommunity #Kerjasama #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!