Dosen UIN Saizu Didaulat Jadi Komite Ekonomi Kreatif Jateng, Perkuat Ekosistem Kreatif Pantura Barat

UINSAIZU.AC.ID- Dosen Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Dr. Dimas Indianto Sastronagoro resmi didaulat sebagai bagian dari Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Jawa Tengah untuk periode kepengurusan hingga Tahun 2029.
Dalam struktur terbaru tersebut, Dr. Dimas dipercaya mengemban amanah sebagai Koordinator Daerah Brebes, Kota Tegal, dan Kabupaten Tegal. Penunjukan ini mempertegas peran aktif akademisi dalam mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif Jawa Tengah, khususnya di wilayah Pantura Barat.
Kepercayaan yang diberikan kepada Dr. Dimas tidak datang tanpa alasan. Selama ini, ia dikenal aktif membangun dan mengembangkan ekosistem kreatif berbasis komunitas. Dr. Dimas merupakan Founder BCCF (Bumiayu Creative City Forum), sebuah forum yang mewadahi pelaku dan pegiat ekonomi kreatif di kawasan Bumiayu dan sekitarnya.
Melalui BCCF, berbagai program kolaboratif digagas untuk mengoptimalkan potensi lokal agar mampu bersaing secara berkelanjutan. Berbagai inisiatif kreatif berbasis komunitas tersebut berfokus pada penguatan kapasitas pelaku usaha, jejaring kolaborasi, hingga promosi produk kreatif daerah.
Pada 2025, Dr. Dimas juga terlibat dalam Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) di Malang. Ajang berskala nasional itu mempertemukan puluhan pegiat kota kreatif dari berbagai daerah di Indonesia. Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk pertukaran gagasan antar pelaku ekonomi kreatif dan penguatan jejaring nasional.
Selain itu mendorong kolaborasi lintas daerah dan mengembangkan model kota kreatif berbasis potensi lokal. Keterlibatan ini semakin menguatkan kiprah Dr. Dimas dalam gerakan kota kreatif di tingkat nasional.
Komite Ekonomi Kreatif Jawa Tengah bergerak dalam penguatan 17 subsektor ekonomi kreatif yang berkembang di wilayah tersebut. Subsektor itu meliputi, kuliner, kriya, fashion, aplikasi dan pengembangan teknologi, game, desain interior, musik, arsitektur, desain komunikasi visual, penerbitan dan seni rupa.
Selain itu subsektor film, animasi, dan video, fotografi, periklanan, seni pertunjukan dan televisi dan radio, serta berbagai bidang kreatif lain yang terus tumbuh mengikuti dinamika masyarakat. Penguatan subsektor ini menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis kreativitas dan inovasi.
Tergabungnya Dr. Dimas Indianto S dalam KEK Jawa Tengah menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi kreatif. UIN Saizu Purwokerto melalui dosennya tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga memperkuat dimensi pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dimas menegaskan komitmennya dalam mengemban amanah tersebut. “Amanah sebagai Koordinator Daerah Komite Ekonomi Kreatif akan saya junjung tinggi. Seluruh kemampuan yang saya miliki akan saya sumbangkan sebagai bentuk tanggung jawab profesi saya sebagai tenaga pendidik," akunya.
Selain pendidikan, pengajaran, dan penelitian, pihaknya berkomitmen melaksanakan pengabdian demi kemanfaatan dan kemaslahatan umat manusia. Kolaborasi antara kampus, komunitas, dan pemangku kebijakan diharapkan mampu memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai motor penggerak pembangunan daerah.
Dengan hadirnya akademisi dalam struktur KEK Jateng, sinergi antara riset, inovasi, dan praktik lapangan dapat berjalan lebih optimal. Wilayah Brebes, Kota Tegal, dan Kabupaten Tegal pun diharapkan mampu memaksimalkan potensi kreatif lokal untuk meningkatkan daya saing daerah.
Langkah ini sekaligus menandai semakin kuatnya integrasi dunia akademik dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal di Jawa Tengah. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!