Dosen UIN Saizu & UIN Surakarta Teliti Eco-Maqāṣid: Perpaduan Ajaran Islam dan Aksi Nyata Selamatkan Bumi dari Krisis Iklim

UINSAIZU.AC.ID- Perubahan iklim kini tak lagi sekadar isu global yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Di Indonesia, dampaknya mulai dirasakan nyata—dari cuaca ekstrem hingga krisis pangan dan air bersih.
Sayangnya, kampanye pelestarian lingkungan sering kali gagal menjangkau masyarakat karena bahasa teknis yang sulit dipahami. Menjawab tantangan ini, lahirlah pendekatan baru bernama Eco-Maqāṣid sebuah gagasan, memadukan nilai-nilai Islam dengan gerakan penyelamatan lingkungan secara konkret.
Konsep ini dikembangkan dari hasil penelitian kolaboratif oleh Arkin Haris (UIN Raden Mas Said Surakarta, Prodi English and Literature), Aris Widodo (UIN Raden Mas Said Surakarta, Islamic and Religious Studies), serta Irma Dwi Tantri dan Siti Sarah dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Saizu Purwokerto.
Mereka menegaskan bahwa Islam sejatinya telah memiliki fondasi kuat untuk mendukung gerakan pelestarian lingkungan melalui maqāṣid al-syarī‘ah (tujuan-tujuan syariah).
Apa Itu Eco-Maqāṣid?
Secara etimologis, "Eco" berarti ekologi atau lingkungan, sementara "Maqāṣid" merujuk pada tujuan-tujuan utama dalam syariat Islam. Dalam tradisi Islam, terdapat lima maqāṣid yang menjadi prioritas perlindungan: nyawa (Hifz al-Nafs), harta (Hifz al-Māl), keturunan (Hifz al-Nasl), agama (Hifz al-Dīn), dan akal (Hifz al-‘Aql).
Kelima prinsip ini kini dijadikan kerangka untuk mendorong kesadaran umat Muslim terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam. Misalnya, Hifz al-Nafs mendorong umat untuk menjaga kualitas udara demi kesehatan tubuh—sebuah bentuk kepedulian terhadap nyawa sebagai amanah Tuhan.
Sementara Hifz al-Māl mengajarkan pengelolaan sumber daya alam secara bijak, seperti hemat energi dan air, serta menolak eksploitasi lingkungan secara berlebihan.
Momentum Ramadan dan Idul Adha dalam Eco-Maqāṣid
Kampanye Eco-Maqāṣid juga memanfaatkan momen-momen keagamaan sebagai sarana edukasi. Di bulan Ramadan, umat Muslim diajak mengurangi sampah makanan dan menggunakan peralatan ramah lingkungan saat berbuka puasa.
Sementara saat Idul Adha, muncul gerakan kurban berkelanjutan yang lebih memperhatikan aspek kebersihan dan pengelolaan limbah penyembelihan. Media sosial menjadi alat strategis dalam menyebarkan semangat Eco-Maqāṣid.
Akun-akun seperti @greenpeace.id kerap mengunggah konten bertema Islam dan lingkungan, seperti gambar masjid berlatar pepohonan hijau dan kutipan ayat Al-Qur’an yang mengingatkan pentingnya menjaga alam.
Pesan-pesan ini disampaikan dengan visual yang menarik dan bahasa sederhana, membuatnya mudah dicerna oleh semua kalangan, terutama generasi muda. Para ulama juga mengambil peran penting dalam mendukung Eco-Maqāṣid.
Dalam ceramah-ceramah keagamaan, mereka menyisipkan pesan ekologi sebagai bagian dari ibadah. Mengutip sabda Nabi Muhammad SAW: "Bumi ini adalah masjid kita." Pernyataan ini menguatkan bahwa menjaga kelestarian lingkungan sejatinya adalah menjaga kesucian tempat ibadah dan kehidupan itu sendiri.
Kritis dan Progresif: Eco-Maqāṣid Mendorong Aksi Nyata
Aspek Hifz al-‘Aql (menjaga akal) dalam Eco-Maqāṣid mengajak umat Islam untuk berpikir kritis dan membuat keputusan sadar demi keberlanjutan. Mulai dari memilih produk ramah lingkungan, menghindari penggunaan plastik sekali pakai, hingga beralih ke energi terbarukan, semua menjadi bagian dari tanggung jawab sebagai khalīfah fil ardh (pemimpin di muka Bumi).
Kampanye ini membuktikan bahwa agama dan ilmu pengetahuan tidak harus berjalan terpisah. Bahkan, banyak komunitas Muslim kini rutin mengadakan kegiatan penghijauan, edukasi lingkungan, dan program daur ulang di sekitar masjid.
Eco-Maqāṣid bukan sekadar teori, tapi ajakan nyata untuk bertindak. Dari mematikan lampu saat tidak digunakan, menanam pohon, hingga berbagi informasi positif tentang lingkungan—semua adalah bagian dari ibadah.
Setiap langkah kecil yang kita ambil merupakan kontribusi besar untuk generasi mendatang. Menjaga bumi bukan hanya tanggung jawab ilmuwan atau aktivis, tapi panggilan iman bagi setiap Muslim. (AR)
UIN Saizu Maju, UIN Saizu Unggul!!!
#uinsaizu #uinsaizupurwokerto #uinsaizumaju



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!