Details

Dosen TBI UIN Saizu Raih Hibah Internasional ke Madrid, Teliti Moral Mahasiswa dalam Penggunaan Generative AI

UINSAIZU.AC.ID- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sivitas akademika Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. Dosen Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Dr. Maulana Mualim berhasil meraih hibah internasional di Madrid, Spanyol.

Dr. Maulana diundang untuk mempresentasikan hasil penelitiannya pada ajang The 52nd Annual Conference of the Association of Moral Education (AME) yang berlangsung di Madrid, Spanyol, pada 12–14 Juni 2026. Penelitian yang diangkat Dr. Maulana berjudul “The Art of Cheating?”

Penelitian itu mengantarkan Dr. Maulana menjadi penerima hibah Emerging Scholars, program yang didukung oleh Association of Moral Education dan Templeton World Charity Foundation. Hibah tersebut diberikan kepada peneliti muda potensial dari berbagai negara yang memiliki keterbatasan pendanaan untuk menghadiri konferensi akademik internasional.

Keberhasilan Dr. Maulana semakin istimewa karena dirinya menjadi satu-satunya penerima hibah dari Indonesia pada tahun ini. Dari total 91 pendaftar yang berasal dari 61 negara, hanya 32 peneliti yang terpilih sebagai penerima hibah Emerging Scholars.

Seleksi yang ketat tersebut menunjukkan kualitas penelitian yang diajukan serta relevansinya terhadap isu global di bidang pendidikan moral. Konferensi tahunan AME sendiri telah berlangsung selama lebih dari lima dekade dan menjadi salah satu forum akademik paling bergengsi dalam kajian pendidikan moral dan etika di dunia.

Dalam penelitian yang dipresentasikan di Madrid, Dr. Maulana menyoroti fenomena penggunaan Generative Artificial Intelligence (GenAI) oleh mahasiswa, khususnya dalam penyusunan tugas akademik hingga skripsi.

Penelitian tersebut menggunakan pendekatan Rest’s Four Component Model (FCM) untuk memahami bagaimana mahasiswa melakukan penalaran moral ketika memanfaatkan teknologi AI generatif.

Menurut Dr. Maulana, penelitian ini berangkat dari kegelisahannya terhadap meningkatnya penggunaan teknologi AI dalam aktivitas akademik yang berpotensi mengaburkan batas antara bantuan belajar dan tindakan mencontek.

“Berawal dari kegelisahan akan maraknya perilaku mencontek yang dilakukan mahasiswa dalam menulis skripsi, saya ingin mengetahui bagaimana sebenarnya mahasiswa menggunakan GenAI,” ujar Dr. Maulana melalui pesan WhatsApp.

Penelitian tersebut mencoba menjawab pertanyaan penting mengenai bagaimana mahasiswa menilai tindakan mereka ketika memanfaatkan teknologi seperti ChatGPT dan platform AI generatif lainnya dalam menyelesaikan tugas kuliah. Dr. Maulana menjelaskan bahwa kehadiran teknologi Generative AI telah menciptakan dilema baru dalam dunia pendidikan tinggi.

Jika sebelumnya tindakan mencontek relatif mudah diidentifikasi karena melibatkan bantuan langsung dari orang lain, kini mahasiswa dapat memperoleh dukungan akademik dari sistem AI yang mampu menghasilkan ide, menyusun draf tulisan, melakukan parafrase, hingga membuat presentasi dan ilustrasi secara otomatis.

“Dulu mencontek itu jelas, yaitu mendapatkan bantuan dari orang lain. Namun sekarang ada GenAI yang bisa diajak brainstorming ide, membuat draf, melakukan parafrase, bahkan menghasilkan gambar maupun slide presentasi,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menciptakan area abu-abu yang memerlukan kajian lebih mendalam dari perspektif etika dan pendidikan moral agar pemanfaatan AI tetap berjalan secara bertanggung jawab.

The Annual Conference of the Association of Moral Education merupakan agenda akademik tahunan yang mempertemukan para peneliti, akademisi, dan praktisi pendidikan moral dari berbagai negara.

Tahun ini konferensi digelar di Universidad Villanueva, Madrid, Spanyol. Sebelumnya, kegiatan serupa berlangsung di Tampere, Finlandia, sementara penyelenggaraan tahun berikutnya dijadwalkan berlangsung di Montreal, Kanada.

Association of Moral Education juga mengelola Journal of Moral Education (JME) yang diterbitkan oleh Taylor & Francis. Jurnal tersebut termasuk publikasi ilmiah bereputasi internasional yang terindeks Scopus Quartile 1 (Q1), dengan Impact Factor 1,8 dan SJR 0,67.

Keberhasilan Dr. Maulana memperoleh hibah internasional dan tampil sebagai pembicara pada konferensi dunia menjadi bukti bahwa akademisi UIN Saizu mampu berkontribusi dalam diskursus global mengenai etika, pendidikan, dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Penelitian tentang penggunaan Generative AI di kalangan mahasiswa juga dinilai sangat relevan dengan tantangan pendidikan masa kini, ketika teknologi berkembang pesat dan memengaruhi cara belajar generasi muda.

Melalui penelitian tersebut, Dr. Maulana berharap perguruan tinggi dapat memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perilaku mahasiswa dalam memanfaatkan AI, sekaligus menyusun kebijakan akademik yang mendorong penggunaan teknologi secara etis dan bertanggung jawab. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *