Dosen Pascasarjana UIN Saizu Gaungkan Moderasi Beragama di Malaysia, Teken MoU Strategis dengan Kolej Islam Darul Ulum

UINSAIZU.AC.ID- Dosen Pascasarjana Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali menunjukkan kiprahnya di kancah internasional.
Kali ini, Dosen Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto, Dr. Fahri Hidayat mendapat kepercayaan mengisi kuliah umum. Selain itu turut dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kolej Islam Darul Ulum (KIDU) Kedah, Malaysia.
Hal ini mempertegas peran UIN Saizu dalam memperluas jaringan pendidikan Islam di Asia Tenggara. Dalam forum akademik tersebut, Dr. Fahri Hidayat, tampil sebagai narasumber utama.
Dia memaparkan pentingnya moderasi beragama sekaligus perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Menurut Dr. Fahri, Indonesia memiliki karakter unik sebagai negara religius yang mampu memadukan nilai nasionalisme dan religiusitas sejak era pergerakan kemerdekaan.
“Indonesia adalah contoh nyata bagaimana nasionalisme, religiusitas, dan cita-cita kebangsaan dapat berjalan harmonis,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa demokrasi Indonesia bisa menjadi model global, karena berhasil berdampingan dengan prinsip moderasi beragama.
“Islam dan demokrasi di Indonesia tidak bertentangan, justru saling melengkapi untuk membangun bangsa yang damai,” tegasnya.
Pendidikan Islam Indonesia Jadi Rujukan Internasional
Lebih lanjut, Dr. Fahri menyoroti perkembangan pesat pesantren, madrasah, hingga perguruan tinggi Islam. Menurutnya, lembaga pendidikan Islam di Indonesia kini tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan riset global.
“Transformasi pendidikan Islam inilah yang membuat Indonesia semakin diperhitungkan di dunia internasional,” jelasnya.
Momentum penting acara ini ditandai dengan penandatanganan MoU antara UIN Saizu dan KIDU. Kesepakatan tersebut mencakup pertukaran dosen dan mahasiswa, riset kolaboratif, pengembangan akademik, hingga pengabdian masyarakat skala internasional.
Pimpinan KIDU, Zawawi bin Haji Ahmad, menyambut baik kolaborasi ini. “Moderasi beragama dari Indonesia bisa menjadi inspirasi penting bagi Malaysia. Kerja sama ini membuka jalan untuk sinergi pendidikan Islam di Asia Tenggara,” katanya.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus KIDU Kedah ini ditutup dengan diskusi interaktif. Mahasiswa KIDU antusias mengajukan pertanyaan terkait praktik moderasi beragama di Indonesia serta relevansinya dengan kondisi sosial-keagamaan di Malaysia. (AR)
UIN Saizu Maju, UIN Saizu Unggul!!!
#UINSaizu #Pascasarjana #PascasarjanaUINSaizu #TekenMoU # KolejIslamDarulUlum



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!