Details

Dosen FEBI UIN Saizu Purwokerto Beberkan Pentingnya Bantuan Zakat untuk Program Kemanusiaan di Palestina

UINSAIZU.AC.ID- Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Saizu Purwokerto, Muhammad Ash-Shiddiqy berkesempatan menjadi pembicara pada Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2024.

Forum konferensi internasional itu digelar Direktorat Jenderal Pendidikan Agama Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama RI di Kampus UIN Walisongo Semarang. Kegiatan berlangsung selama empat hari, dari tanggal 1–4 Februari 2024.

Muhammad Ash-Shiddiqy mengaku turut bangga membawa nama baik UIN Saizu Purwokerto dalam kegiatan bertaraf internasional. Paper penelitiannya masuk dalam daftar yang terpilih, dari ketatnya proses seleksi dari berbagai negara.

Menurutnya, forum internasional AICIS tersebut digelar Dirjen Pendis Kemenag secara rutin tahunan. Acara tersebut menghadirkan ratusan dosen atau akademisi dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia maupun luar negeri.

Penyelenggaraan AICIS 2024 ini mengusung tema "Redefining Roles of Religion in Adressing Human Crisis : Encountering Peace, Justice, and Human Rights Issues."

Dinyatakan lolos sebagai presenter AICIS 2024, Muhammad Ash-Shiddiqy mempresentasikan paper penelitiannya yang berjudul "The Effectiveness of Zakat Assistance Program in Improving Humanity in Palestine: Implementation and Impact of Humanitarian Programs."

Dosen Manajemen Zakat dan Wakaf ini menelaah secara kritis bantuan zakat untuk kemanusiaan di Palestina. Dalam presentasinya, dia menyoroti hasil pemberdayaan zakat untuk kemanusiaan Palestina menggunakan pendekatan konsep ekonomi Sustainable Development Goals.

Menurutnya, zakat kemanusiaan untuk Palestina telah mencerminkan komitmen Indonesia untuk membantu kemanusiaan di dunia. Hal ini sesuai prinsip ekonomi islam dengan kepentingan umum masyarakat dunia.

Dalam papernya, Muhammad Ash-Shiddiqy menghasilkan arahan terkait positifnya hal tersebut. Sebagian dana kemanusiaan untuk Paletina, baiknya digunakan untuk membiayai pemuda Palestina untuk kuliah sarjana, magister bahkan doctoral di Indonesia.

Karena, Indonesia sekarang ini menjadi Pusat Kajian Islam dan Moderasi Agama dan keefektifan pentasyarufan dana zakat untuk kemanusiaan di Palestina. Ini tentunya dengan menekankan pentingnya penguatan kerja sama antar lembaga zakat, pemangku kepentingan, dan organisasi internasional dalam mendukung upaya kemanusiaan di Palestina.

Di UIN Saizu Purwokerto juga pada Tahun 2024 ini akan mengadakan beasiswa untuk mahasiswa korban perang dari Timur Tengah. "Program zakat untuk mahasiswa korban perang tentunya akan sangat membantu korban perang, dan meningkatkan kemoderatan mereka," jelasnya.

Lebih dari itu, kata dia, Kota Purwokerto merupakan kota pendidikan. Di UIN Saizu Purwokerto mahasiswa asing juga mendapatkan pendidikan yang baik dan seimbang. Sehingga, setelah kuliah di UIN Saizu, diharap mahasiswa asing bisa menyemai moderasi di negara mereka sendiri-sendiri.

Kerjasama antara universitas dan lembaga filantropi perlu dikuatkan lagi. Pembahasan Muhammad Ash-Shiddiqy ini memperoleh tanggapan dari  dari professor, akademisi dan discussant pada forum presentasi tersebut. Menurutnya, tema pembahasan penelitian pembicara Muhammad Ash-Shiddiqy, sangat menarik dan relevan dengan konteks kekinian. (AR)

UIN Saizu Maju 

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *