Details

Doa Lintas Iman Menggema: UIN Saizu & FKUB Banyumas Teken 7 Seruan Damai Demi Keselamatan NKRI

UINSAIZU.AC.ID- Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banyumas menandatangani Pernyataan Sikap Seruan Damai.

Kegiatan yang dilakukan bersamaan dengan Doa Bersama Lintas Iman ini menjadi respons atas eskalasi aksi massa di Jakarta dan sejumlah daerah yang memicu ketegangan, kekerasan, hingga korban jiwa.

Acara berlangsung di Hall Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto, Selasa, 2 September 2025 dengan dihadiri tokoh lintas agama, akademisi, aparat keamanan, serta perwakilan pemerintah daerah.

Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah situasi nasional yang penuh tantangan.

“Acara ini adalah komitmen kita untuk membangun persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita hadir dengan satu pandangan dan satu hati, mengetuk pintu langit untuk memohon keselamatan bangsa,” ujar Prof. Ridwan.

Dia menyoroti maraknya aksi kekerasan dalam beberapa pekan terakhir yang merugikan masyarakat luas. Menurutnya, doa lintas iman bukan hanya bentuk empati bagi para korban, tetapi juga ikhtiar kolektif membangun kedamaian dan memperkuat kerukunan antarumat beragama.

Sementara itu, Ketua FKUB Banyumas, Prof. Moh. Roqib, mengajak seluruh peserta merenungkan nilai kemanusiaan dan menjauhi sikap sombong yang berpotensi merusak tatanan sosial.

Ia menegaskan kerukunan hanya akan terwujud jika setiap individu mampu menghargai perbedaan dan menempatkan dirinya sebagai manusia seutuhnya. Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, mengapresiasi inisiatif UIN Saizu dan FKUB Banyumas tersebut.

“Dengan doa dan tekad yang kuat, masyarakat Banyumas siap berdiri teguh menjaga kedamaian dan keutuhan bangsa. Terima kasih kepada seluruh tokoh agama, aparat, dan masyarakat yang berkomitmen mendukung kegiatan ini,” ujarnya.

Tujuh Seruan Damai Banyumas untuk NKRI

Puncak acara ditandai dengan pembacaan dan penandatanganan Pernyataan Sikap Tokoh Agama, Akademisi, dan Pemerintah Kabupaten Banyumas. Dokumen tersebut memuat tujuh poin seruan damai:

1. Menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada para korban yang wafat dan mendoakan semoga mereka mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Bagi korban luka, semoga segera diberikan kesembuhan dan kekuatan.

2. Menghargai hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi kepada DPR maupun aparat negara, sepanjang dilakukan sesuai aturan hukum yang berlaku.

3. Pemerintah dan aparat atau lembaga terkait harus mengambil langkah cepat dan strategis untuk mengatasi dan mengantisipasi potensi meluasnya eskalasi konflik.

4. Eksekutif dan legislatif perlu meninjau kembali program yang tidak efektif, tidak efisien, serta membebani APBN.

5. Para pemimpin bangsa, pejabat pemerintah, wakil rakyat, dan pejabat publik dituntut untuk senantiasa bijaksana, mendengar aspirasi rakyat, mengutamakan musyawarah, serta menjaga sikap dan tutur kata agar tidak melukai hati rakyat.

6. Perbedaan pandangan antara masyarakat, pemimpin bangsa, dan aparat seyogyanya diselesaikan melalui dialog terbuka, jujur, dan bermartabat demi terwujudnya solusi yang adil dan bijaksana.

7. Tokoh agama, akademisi, dan pemerintah menegaskan komitmen untuk merawat kerukunan, memperkuat persaudaraan, dan menjaga keselamatan bangsa dan negara demi tegaknya NKRI dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Tanda Tangan Tokoh Penting

Dokumen itu ditandatangani enam institusi utama:

1. Pemerintah Kabupaten Banyumas (Dwi Asih Lintarti)

2. UIN Saizu Purwokerto (Prof. Ridwan)

3. FKUB Banyumas (Prof. Moh. Roqib)

4. Polresta Banyumas

5. Kodim 0701 Banyumas

6. Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas (Syaripin)

Doa Lintas Iman: Simbol Persaudaraan

Acara ditutup dengan doa lintas iman yang dipanjatkan bergantian oleh tujuh pemimpin agama dan kepercayaan, yakni Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, serta Penghayat Kepercayaan.

Doa bersama ini menjadi simbol nyata bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan solidaritas menjaga keselamatan bangsa.

Dengan pernyataan sikap dan doa lintas iman ini, Banyumas meneguhkan diri sebagai daerah yang konsisten menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan menjadi teladan bagi daerah lain dalam merawat keutuhan NKRI. (AR)

UIN Saizu Maju, UIN Saizu Unggul!!!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #DoaLintasAgama

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *