Details

Direktur Pendidikan Tinggi Agama Islam Isi Studium General Pascasarjana UIN Saizu: Jawab Tantangan Akademik di Era AI

UINSAIZU.AC.ID- Pascasarjana UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar Studium General untuk ratusan mahasiswa baru Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025 pada Selasa, 26 Februari 2025.

Acara yang berlangsung di Hall Perpustakaan UIN Saizu itu menghadirkan Direktur Pendidikan Tinggi Agama Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Sahiron Syamsuddin sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Prof. Sahiron menekankan pentingnya para pendidik di Kampus UIN Saizu Purwokerto untuk senantiasa menjaga mutu akademik, di tengah derasnya arus pragmatisme dan kecerdasan buatan (AI).

Dia menyebutkan, kemajuan teknologi memang menjadi tantangan. Data yang masuk dalam AI hanyalah kumpulan informasi yang telah dimasukkan sebelumnya. "AI tidak bisa menggantikan kedalaman emosi dan aspek kemanusiaan yang bisa digali dari penelitian- penelitian langsung," jelasnya.

Dia juga menyoroti pentingnya riset kolaboratif internasional untuk meningkatkan daya saing akademik, termasuk melalui program visiting professor. "Dengan peningkatan kualitas dosen, maka mahasiswa juga akan semakin berkualitas," tambahnya.

Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto sebagai Entitas Penting

Direktur Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto, Prof. Moh. Roqib, menekankan pendekatan akademik yang sistematis dan efisien bagi mahasiswa pascasarjana.

Ia menggambarkan pendekatan ini layaknya "jalan tol," yang memberikan jalur pendidikan yang stabil, cepat, dan berkualitas. "Jangan telat lulus, jangan menunda kelulusan," pesannya kepada 148 mahasiswa baru yang hadir.

Sementara itu, Rektor UIN Saizu, Prof. Ridwan, mengungkapkan bahwa kampus terus memperkuat tata kelola akademik dan keuangan. "Kami telah membuka tiga program studi baru di bidang ilmu eksakta yang mendapat banyak peminat. Perkuliahan berlangsung di Kampus 2 Purbalingga," ujarnya.

Dijelaskan, UIN Saizu telah menjadi PTKIN dengan akreditasi unggul di Indonesia. "Ini menjadi rekognisi di tingkat nasional, dan kami terus berupaya meningkatkan pengakuan di level internasional," tambahnya.

Saat ini, UIN Saizu telah menjalin jaringan internasional dengan kehadiran 40 mahasiswa asing dari 10 negara. "Tahun ini, target kami menambah mahasiswa dari lima negara, termasuk Kamboja dan China," jelasnya.

Roadmap UIN Saizu Purwokerto juga mencakup riset kolaboratif internasional untuk memenuhi standar QS World University Rankings.

Menghadapi Tantangan Akademik di Era AI

Dalam diskusi yang berlangsung, para pembicara sepakat bahwa pemanfaatan AI dalam akademik harus dilakukan secara bijak. "AI boleh digunakan untuk mempermudah dan mempercepat kerja akademik, tetapi mahasiswa tetap harus aktif dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan," tegas Prof. Sahiron.

Studium General ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa pascasarjana UIN Saizu Purwokerto untuk memahami tantangan akademik di era digital, sekaligus menyiapkan diri untuk menjadi akademisi dan peneliti yang kompetitif di tingkat global. (AR)

UIN Saizu Maju, UIN Saizu Unggul!!!

#uinsaizu #uinsaizumaju

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *