Dikenalkan Metode ABCD, 50 Dosen UIN Saizu Purwokerto Belajar Metodologi Pengabdian Masyarakat di Pangandaran

UINSAIZU.AC.ID- Sebanyak 50 dosen UIN Saizu Purwokerto, mendapat bimbingan mengenai teknik pendampingan mahasiswa dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan pendampingan tersebut, terlaksana melalui Workshop Metodologi Pengabdian Masyarakat bagi Dosen Tahun 2024 di Pangandaran, sejak Sabtu-Minggu (17-18/2/2024).
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Saizu Purwokerto, Dr Anshori menyebutkan, dalam workshop tersebut, para dosen belajar mengenai metode Asset Based Community-driven Development (ABCD) dari narasumber Masykur Wahid.
Menurutnya, metode ABCD merupakan metode bagaimana mengenali potensi sebuah daerah, serta langkah atau rencana dalam upaya pengembangannya. Hal ini bertujuan agar nantinya para dosen dapat membimbing para mahasiswa UIN Saizu Purwokerto dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
"Kegiatan ini sebagai upaya pembekalan kepada para dosen yang nantinya akan menjadi Dosen Pembimbing Lapangan pada program KKN. Kami sangat mengapresiasi adanya beberapa Guru Besar atau Profesor UIN Saizu Purwokerto yang juga berkenan mengikuti workshop ini," terangnya.
Sementara Narasumber Workshop Metodologi Pengabdian Masyarakat bagi Dosen Tahun 2024, Masykur Wahid menjelaskan mengenai metode ABCD. Menurutnya ABCD merupakan sebuah pendekatan dalam pengembangan masyarakat yang mengupayakan terwujudnya sebuah tatanan kehidupan sosial.

Dimana, lanjut dia, masyarakat menjadi pelaku dan penentu upaya pembangunan di lingkungannya. "ABCD merupakan sebuah pendekatan pemberdayaan masyarakat dengan bertolak pada kekuatan aset dan potensi masyarakat untuk mendorong terwujudnya perubahan sosial," jelasnya.
Untuk tahapan dalam Metode ABCD, antara lain, secara individu maka buatlah cacatan singkat. Kemudian diskusikan tahapan ABCD tersebut bersama kelompoknya. Kemudian tuliskan tahapan ABCD di kertas plano. Setelah itu presentasikan antar kelompok dan refleksikan secara bersama-sama.
Dalam kesempatan itu, salah satu dosen Warto bertanya, apa yang ada di teori ABCD, ketika ada di lapangan terjadi ketidaksesuaian, sepertipertentangan dari warga pemerihtah, apakah nara sumber juga mengalami hal tersebut? Dan masalah yang sering muncul saat pelaksaaan KKN? Apakah ada failed story agar tidak mengulangi.
Begitupun Nafis, bertanya mengenai problem muncul dimulai dari dosen dan mahasiswa yang tidak memahami metodologi, yang membuat tahapan ABCD tidak jalan. Hal ini menyebabkan program tidak sesuai dengan kebutuhan dan terjadi kegagalan.
Narasumber Masykur menjelaskan, perlu ditinjau apakah dosen dan mahasiswa sudah memahami metode yang ditentukan. Dan meninjau materi yang disampaikan saat pembekalan KKN sebelum ke lapangan. Tentunya perlu dipaparkan metode yang ditentukan tersebut. (AR)
UIN Saizu Maju



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!